Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Preman Cederai Poros Maritim,

Pemilik Kapal MV NehaMinta, Polri Bertindak Tegas

JAKARTA (Realita) - Presiden Joko Widodo dalam program kerjanya dengan gencar membangunkan poros maritim sebagai pendongkrak transportasi laut.

Pemilik kapal MV Seniha-S IMO 8701519, Raef S Din, menggelar jumpa pers, siang tadi.

Namun, Poros maritim yang menjadi tujuan utama sebagai pendongkrak ekonomi tersebut dicederai oleh sekelompok orang berpakaian preman dengan menahan kapal MV Neha berbendera Djibouti di kepulauan Batam sejak Sabtu beberapa waktu lalu.

Pemilik kapal MV Seniha-S IMO 8701519, Raef S Din mengatakan, kapal MV Neha berbendera Djibouti, kembali dimasuki oleh orang-orang yang diduga atas suruhan dari seorang yang berprofesi sebagai pengacara. Padahal oknum pebgecara itu sendiri, sudah kami laporkan ke Bareskrim Mabes Polri, namun dia masih nekat untuk menyuruh orang-orangnya memasuki kapal sejak Sabtu kemarin.

"Atas kejadian ini kami juga telah melaporkan kepada aparat setempat, namun belum mendapat respon untuk ditindaklanjuti," kata Raef kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/6).

Menurut Rafael aksi sekelompok orang yang berpakaian  preman yang menahan kapal MV Neha itu, bukan hanya sekali saja. Sebab, terdapat salah seorang ketua kelompok dari sekelompok preman itu merupakan orang yang sama, yang beberapa waktu lalu juga melakukan hal yang sama saat kapal MV Neha hendak berangkat. Bahkan, dalam aksi ini, sekelompok orang berpakaian preman tersebut, juga menyerang dan mengerahkan masa, dengan jumlahnya mencapai ratusan orang. Oleh karena itu dengan aksi ini, kami merasa sangat terancam. 

"Saat memasuki kapal untuk kedua kalinya, mereka bahkan kembali memasang banner pengadilan putusan nomor 15. Padahal setelah adanya verzet putusan nomor 75, putusan nomor 15 sudah dinyatakan tidak berlaku," katanya.

Yang saya heran, tambah Raef, orang-orang ini sangat nekat dengan melakukan aksi tersebut. Saat saya telepon, salah seorang dari mereka mengaku suruhan seorang pengacara bernama Indra.

"Dan mereka ngga takut loh, walapun saya bilang polisi akan datang,"tambahnya.

Untuk itu kami berharap kepada pimpinan Kepolisian dalam hal ini Bapak Kapolri Tito Karnavian agar dapat menginstruksikan kepada jajarannya menindaklanjuti hal ini. Karena kami sudah mengadukan hal ini dari tingkat Polsek sampai Polda belum ada tindaka.

"Kami berharap Kapolri segera memerintahkan jajarannya untuk bertindak kepada sekelompok orang ini. Sebab kami telah melaporkan kejadian ini ke pihak penegak hukum," tutupnya.goms

 

Berita Kriminal Lainnya