Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Presiden Jokowi: Afghanistan Akan

ke Indonesia Belajar Perdamaian

SUMENEP (Realita) - Presiden RI,  Joko Widodo,menghadiri perayaan Hari Perdamaian Internasional 2017 di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur atas gagasan UN Women dan Wahid Foundation.

Saat memberi sambutan, Jokowi mengingatkan agar bangsa Indonesia terus menjaga perdamaian, perdamaianan itu diciptakan dalam berbagai aspek. “Menjadi bangsa yang besar pasti ada tantangan yang harus kita hadapi bersama.

Joko Widodo,menghadiri perayaan Hari Perdamaian Internasional 2017 di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (8/10).

Untuk itu kita sebagai warga yang besar ini harus menjaga kedamaian agar tidak terjadi pertengkaran,” ujar Jokowi, Minggu (8/10/2017).

Apalagi, kata Jokowi, bangsa Indonesia ini dikenal bangsa yang besar. Bukti kebesaran bangsa Indonesia, Indonesia memiliki 714 suku dan 1.100 bahasa, budaya yang beragam serta agama yang berbeda-beda. "Kebesaran Indonesia dapat kita lihat dari keberagaman dari Sabang sampai Merauke," imbuhnya.

Presiden RI ke-7 ini lantas membandingkan Indonesia dengan Afganistan yang hanya memiliki 7 suku. Namun disana sering terjadi konflik, bahkan saat ini di Afganistan sudah terjadi perpecahan hingga 40 lebih kelompok.

“Untuk Indonesia, walaupaun banyak suku, berbeda agama dan berbeda kebudayaan, kalau kita bersama-sama membangun kebersamaan, pasti akan terpupuk kedamaian,” jelasnya. "Kedamaian itu tak bisa dipaksakan, melainkan harus dipupuk agar terbentuk cinta damai, diantaranya melalui perempuan ibu-ibu sekalian," lanjut Jokowi.

Namun demikian, kata Jokowi, menjaga kedamaian ini bukan hanya tanggung jawab kaum perempuan, tapi juga kaum laki-laki. Menurutnya, beragamnya suku dan budaya itu harus menjadi perhatian bagi kaum laki-laki dan perempuan Indonesia agar tetap terbangun kedamaian.
“Banyaknya suku membuat kita harus memerhatikan sinergisitas. Saat terjadi gesekan harus segera diselesaikan agar tidak meluas. Kaum perempuan juga harus ikut andil dalam melestarikan budaya damai tersebut,” tandasnya.

Jokowi menuturkan, pada akhir tahun ini, pemerintah dan perwakilan organisasi-organisasi serta kelompok yang berkonflik Afghanistan rencananya akan berkunjung ke Indonesia. Mereka akan banyak belajar perdamaian yang terwujud di Indonesia. "Presiden Afghanistan menyampaikan ke saya, mereka akan datang ke Indonesia. Indonesia memiliki beragam suku, budaya dan agama tapi damai. Itu yang akan mereka pelajari," tandasnya.bad

 

Berita Internasional Lainnya