Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
PT Asterindo Diduga Cemari Lingkungan,

Warga Tandes Marah!


SURABAYA (Realita)- Konflik antara PT Asterindo Plast dengan dengan warga Tandes Kidul memanas.

Pembangunan pabrik PT Asterindo yang dipermasalahkan warga. Dari foto ini, jelas terlihat, pabrik berdempetan dengan pemukiman warga Tandes Kidul.

Untuk mencari solusi permasalah kedua belah pihak, Senin (9/1/2017), digelar pertemuan antara warga, PT Asterindo, yang diwakili oleh General Affair, Kalla Samudra.

Diketahui, permasalahan ini timbul karena menurut warga, pabrik milik PT Asterindo yang beralamat di Jl. Raya No.1A, Tandes, Surabaya telah meresahkan mereka. Pabrik ini menjadi sumber kebisingan, polusi udara, limbah pabrik yang mencemari sumur dan saluran pembuangan pabrik yang langsung mengalir ke got warga. Pasalnya, berdasarkan penelusuran Realita.co, pabrik ini memang terletak di tengah perkampungan.

Kepada Kalla, warga meminta agar pabrik menghentikan proses pembangunanya. “Untuk saat, kalau memang, pabrik tak bisa memberikan tanggungjawab, kami minta agar pembangunan dihentikan karena sangat bising dan beberapa rumah warga yang berdempetan dengan pabrik, temboknya retak-retak. Apalagi sekarang, dampak dari pembangunan itu, sumur-sumur kami sampai tercemar,” tegas Herry, salah satu warga di depan Kalla.

Ia menambahkan bukti dari tercemarnya sumur warga adalah, air jadi berwarna butek dan  berbau anyir.  “Pernah kita coba masukkan ikan ke dalam sumur, ikannya mati,” tegas Herry lagi. Untuk itu, soal pencemaran air, warga meminta kompensasi agar PT Asterindo memfasilitasi warga dengan air PDAM.

“Kami hanya minta PT Asterindo memfasilitasi kami agar pipa PDAM masuk ke rumah warga yang sumurnya tercemar, karena kehidupan kami selama ya dari sumur itu, kalau sekarang tercemar, kita harus bagaimana,”ungkapnya.


Tak ada batas antara pabrik dan pemukiman warga.

Menyikapi permintaan warga itu, Kalla hanya bisa menjawa diplomatis. Ia bilang bahwa dirinya akan menyampaikan uneg-uneg warga pada pimpinannya. “Ya nanti saya sampaikan ke pimpinan saya,” ucap Kalla .

Mendengar jawaban Kalla, warga tak puas. Warga meminta agar Kalla langsung menghadirkan bos-nya untuk menghadapi warga.  “Kalau perlu, bos mu suruh ke sini,hadapi warga, biar tahu keadaan di lapangan yang dialami warga,” ungkap Herry lagi yang diamini warga lainya.

Lucunya, saat pertemuan digelar hingga pukul 21.30 WIB, Kalla mendengar sendiri bagaimana kebisingan yang ditimbulkan dari pembangunan pabrik berlangsung hingga malam hari. Dan Kalla merasakan apa yang dialami warga. “Iya ya, sangat bising, sampai jam segini,” ucap Kalla ditirukan salah satu warga.

Sebagai tindak lanjut  dari pertemuan hari Senin itu, di hari Selasa (10/1/2017), atas permintaan PT Asterindo, Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya , meninjau ke lokasi pabrik. Berdasarkan berita acara milik Dinas Lingkungan Hidup, bahwa kebisingan yang ditimbulkan oleh pembangunan pabrik plastik itu melampaui batas wajar.  Namun ketika warga mendesak soal dampak lingkungan yang lain (seperti pencemaran dan tembok rumah warga yang retak-retak), petugas Dinas Lingkuhan Hidup enggan berkomentar banyak dan bahkan cenderng cuci tangan.

“Kami hanya tahu kalau kebisingannya memang melebihi batas, nanti kami pertimbangkan beri sanksi, mungkin sanksi administrasi. Soal dampak yang lain, itu urusan Dinas Cipta Karya,” tegas dua staf Dinas Lingkungan Hidup yang bernama Johan dan Sapto.

Jawaban dari pihak pemerintah ini tentu saja membuat warga tak puas. “Kok begitu saja hasilnya, remeh banget,” gerutu salah satu warga yang ikut memantau proses sidak. tim



 

Berita Nasional Lainnya