Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Puluhan Korban Kapal

Tenggelam Masih Hilang

MADURA (Realita) - Korban tenggelam kapal penyebrangan yang tenggelam di perbatasan Selat Bali dan Selat Madura masih banyak yang belum ditemukan.

Ilustrasi tenggelam (foto : ist)

Menurut Basarnas, jumlah korban hilang mencapai 27 korban hingga pencarian hari Kamis (09/10) kemarin. Kapal yang mengangkut rombongan keluarga, yang berjumlah 49 orang, tenggelam di perbatasan selat Bali dan Madura, dalam perjalanan dari Pulau Raas menuju Buleleng Bali, Senin (06/10). Sedianya mereka akan menghadiri pernikahan kerabat di Pulau Bali. Kepala SAR Surabaya Mochamad Hernanto mengatakan dengan fokus pencarian dilakukan di bagian selatan Pulau Raas Kabupaten Sumenep, Madura. “Pencarian kami fokuskan kesana karena para korban yang tewas ditemukan di pesisir Pulau Raas, termasuk dua korban terakhir yang ditemukan hari ini,” kata Hernanto kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari. Hernanto menyatakan belum mengetahui penyebab tenggelamnya kapal bernama Jabal Nur. Kapal kayu dengan kapasitas 60 orang itu diduga tidak memiliki fasilitas keselamatan penumpang seperti pelampung seperti kebanyakan kapal penumpang di Indonesia. Sejumlah keluarga korban yang tinggal di Situbondo berkumpul di Pelabuhan Jangkar Situbondo menunggu kapal menuju Pulau Raas di Kabupaten Sumenep, seperti dilaporkan Rahmad Sugiarto, wartawan di Situbondo kepada BBC Indonesia. Salah satunya adalah, Romaidi, keluarga korban yang baru saja tiba dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dia mengatakan empat orang keluarganya menjadi korban kapal tenggelam tersebut, antara lain ibu dan pamannya. “Yang sudah ketemu itu satu orang bibi saya, masih dalam pencarian , selamat tidak selamat yang penting jenazah ketemu, walaupun sudah tidak ada umur,” kata Romaidi. Seorang keluarga korban yang lain Masyhuri mengatakan tetap akan ke Pulau Raas untuk mengurus jenazah keluarganya yang tewas dalam kecelakaan kapal, meski cuaca buruk. “Keluarga yang disana tak perkenankan untuk berangkat, ombak lebih besar dibanding yang kemarin, saya tetap berangkat, saya akan ikut feri, tidak ada yang urus disana yang meninggal sudah puluhan masak yang ngurus hanya dua orang,” kata dia. Masyuri mengatakan 21 orang anggota keluarganya menjadi korban dalam peristiwa tersebut, lima orang diantaranya ditemukan dalam kondisi hidup, satu tewas, dan lainnya masih hilang, sampai Kamis Siang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Sebagian besar penyebab kapal tenggelam di Indonesia karena kelebihan penumpang, mesin mati, kerusakan di laut sehingga kapal tenggelam. (BB)

 

Berita Layanan Publik Lainnya