Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Qunut Nazilla Tolak

Reklamasi Masjid Assakinah

SURABAYA (Realita)- Jum'at siang ( 10/11), lantunan ayat ayat suci terdengar syahdu diantara puing puing reruntuhan Masjid Assakinah.

Imam membacakan Qunut Nazilla saat shalat Jumat siang tadi.

Masjid yang terletak area cagar budaya dan berada di pelataran Balai Pemuda Surabaya ini telah dirobohkan oleh para pekerja bangunan.

Sejatinya lahan ini akan digunakan untuk pembangunan gedung dewan 8 lantai. Siang itu dilangsungkan Sholat Jum'at yang pertama kali setelah masjid dirobohkan dan belum ada penggantinya. Khotib yang bertugas adalah Ust. Adjie dari Banyuwangi dan Muadzin oleh ustadz Udin. 

Dalam khotbahnya, khotib menyampaikan pentingnya menyadari hakekat kemanusiaan. Dengan membacakan cuplikan ayat Al Qur'an didalam surat Al Anfal berkaitan dengan perjanjian manusia dengan Allah. Manusia akan diuji dengan kekuasaan dan apakah kekuasaan dan apakah kekuasaan itu akan dijadikan dengan benar.  Sesama muslim hendaknya saling mengasihi dan tegas kepada kekafiran.  Nah dalam kaitan perobohan masjid ini tergambar betapa tidak ramahnya pembangunan ini terhadap ummat Islam.  Siapa yang memerintahkan dan siapa yang merobohkan menunjukkan betapa kecintaannya terhadap masjid dannummat Islam sudah tidak ada sama sekali. Terlihat sekali bahwa perobohan masjid tanpa alternatif pengganti sebelumnya menunjukkan betapa pongahnya kekuasaan.
Selanjutnya Ustadz Adjie membacakan cuplikan Qur'an surat Al Baqarah bertkaitan dengan kesombongan iblis yang akhirnya ditempatkan pada kehinaan. Beliau berharap kita semua bisa terhindar dari kesombongan agar kita tidak menjadi hina, terutama kepada para pemimpin kita. Mebiarkan masjid dirobohkan dan kemudian tanpa memberi alternatif pengganti berupa masjid bisa jadi merupakan kesombongan dan akan menjadikan kita hina. Semoga saja tidak. 

Setelah khotbah dilanjutkan dengan sholat Jum'at bersama direruntuhan puing puing masjid.  Dalam sholat tersebut Imam membacakan qunut nazilah untuk keselamatan bangsa dan memohon menjauhkan dari bencana akibat kesombongan.  "Qunut Nazilah kita gunakan, agar kita bisa mengalahkan musuh musuh Allah,  Jangan sampai kita mendapatkan masjid, tapi masjid itu tidak berkah,  apalagi kalau masjid berada di dalam linhkungan yang tidak baik, maka ibadah kita juga akan menjadi tidak baik.  Kita tidak ingin masjid yang ada meski lebih baik akan menjadi masjid " dirar ", ujarnya. Nah untuk itu perlu ada jaminan penggunaan gedung dewan nantinya tidak dipergunakan untuk hal-hal yang tidak baik dan meruhikan rakyat. 

Sukoto, salah satu tokoh Surabaya yang hadir pada sholat itu mengatakan bahwa dia merasa tersentuh dengan khotbah tadi.  "Saya sangat tersentuh dengan khotbah dan sholat yang dilaksanakan,  semoga bisa dilakukan secara konsisten,  agar ini bisa menjadi pengingat dan teguran kepada pemimpin kota ini," katanya.nov

 

Berita Hukum Lainnya