Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Rayu Pelanggan,

PSK Pakai Strategi Marketing

RIO DE JANEIRO (Realita) - Gadis gadis penjaja seks di Brazil ingin meraup uang sebanyak dari para tamu dari seluruh dunia yang tiba di ajang Piala Dunia 2014.

Pelacuran di Brasil dilakukan terang-terangan.

Sekitar 4.000 perempuan di Rio Vila Mimosa akan menempel ke setiap wisatawan yang sedang mencari waktu luang untuk mengajak tamu berkencan. Para PSK tersebut memberi harga rendah sekitar 100 real atau 26 pound selama satu jam untuk berkencan dengan wanita yang paling indah di Brazil. "Saya tidak sabar untuk Piala Dunia untuk mulai mencari pria dari Eropa" kata Suelen salah satu pekerja seks seperti dilansir Daily.

Di musim piala dunia ini, pelacuran kian marak.

Suelen berharap setelah Piala Dunia nanti para tamu tersebut membawa mereka mereka ke Eropa hanya untuk menjadi pelacur lagi. Pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur ABG di Brasil mulai beraksi dengan menggunakan kaos bercorak hijau keemasan bertuliskan slogan-slogan sepak bola dunia. Tak hanya itu PSK di sana, menerima pembayaran melalui debit atau kartu kredit bila memang tidak memiliki cukup uang tunai. Jumlah PSK terus meningkat. terlebih banyak turis asing yang akan datang ke Brasil pada pertengahan tahun nanti untuk melihat Piala Dunia. Bahkan para PSK memakai slogan yang pas, yang cocok digunakan pada 2014 mendatang, 'Nikmati sekarang, bayar kemudian'.

PSK di bawah umur kian diminati.

"Dengan sistem ini, klien yang ingin memerluas program mereka tapi tidak memiliki uang tunai, bisa tinggal dengan seorang gadis lebih lama tanpa gangguan," kata Mucikari, Cida Vieira, dikutip Mirror. Bahkan menurut pengakuan Polina (PSK berusia 14 tahun) ikut mencari uang dari pembangunan stadion Sao Paulo sejak tiga bulan lalu. Awalnya, dirinya hanya mengikuti teman sebayanya. Polina mengungkapkan jika ada sekitar 300 pekerja bangunan di stadion Sao Paulo dan mengaku dalam sehari dirinya bisa melayani nafsu 15 pekerja.

Mesum di tempat umum pun tak masalah.

Bahkan, hampir semua kliennya adalah pekerja bangunan stadion. "Saya tergoda ikut menjual diri setelah teman saya lebih dulu bekerja di bisnis ini. Mereka memang membayar, tapi terkadang tidak memperlakukan saya dengan baik," lanjutnya. Jumlah PSK terus meningkat. terlebih banyak turis asing yang akan datang ke Brasil pada pertengahan tahun nanti untuk melihat Piala Dunia. "Saya yakin bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari penggemar sepak bola dan saya akan menetapkan tarif yang lebih tinggi," paparnya. si

 

Berita Internasional Lainnya