Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Robot Penghias Donut

Sabet Medali Emas

SURABAYA (Realita)-Achmad Ainnur Hakim dan Achmad Rafi hadir diantara kerumunan ribuan pelajar berprestasi di Taman Surya, Minggu (4/12).

Para siswa memamerkan cara robot membuat donat.

Sekilas penampilan kedua pelajar SMP Negeri 1 Surabaya itu tampak polos bahkan terkesan pendiam. Namun, siapa sangka dari tangan Achmad dan Rafi itu lahir robot penghias kue donut bernama chef. Robot tersebut mampu menyabet medali emas dalam ajang International Islamic School Robotic Olimpiade yang digelar di Lombok, Agustus lalu. Selain Achmad dan Rafi, satu anggota tim lain yakni Satria Sabda Alam. Mereka bertiga merangkai chef selama lebih-kurang satu bulan. Achmad menuturkan, proses pembuatan chef bisa dibilang tidak gampang. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari problem kelangkaan suku cadang hingga program yang tidak berjalan maksimal. Achmad menjelaskan, robot chef didesain mampu menghias kue donut dengan aneka gula, meses dan pilihan toping lainnya. “Kalau program tidak benar, donut bisa belepotan,” tutur pelajar kelas 8 ini. Namun, demi meraih tekad menyabet juara, mereka harus mengesampingkan semua hambatan dan rintangan. Salah satu harga yang harus dibayar yakni dengan menghabiskan waktu lebih banyak di sekolah. Rafi mengatakan, normalnya mereka pulang ke rumah sekitar pukul 3 sore. Khusus dalam rangka persiapan mengikuti International Islamic School Robotic Olimpiade ini, jam pulang mereka molor hingga pukul 18.00 setiap harinya. Tak hanya itu, selain dituntut menguasai teknik pembuatan robot, semua tim yang berlomba juga wajib presentasi di hadapan dewan juri. Kebetulan, Rafi dan timnya harus mempresentasikan chef dihadapan tiga juri asal Filipina. Ada cerita lucu di balik proses kompetisi yang dialami Rafi. Sebelum berangkat ke Lombok, tim Rafi sudah mempersiapkan semua kebutuhan termasuk meses coklat untuk keperluan demo di hadapan juri. Sesampai di Lombok, ternyata meses tersebut dimakan habis oleh pelajar SMP Negeri 1 Surabaya lain yang kebetulan juga ikut berkompetisi namun turun di kategori yang berbeda. Alhasil, saat hari H, tim Rafi binggung mencari toko yang menjual meses. “Untung kita berhasil beli meses di salah satu toko di Lombok. Kalau tidak menemukan meses itu, kami tidak tahu akan seperti apa jadinya,” ujar putra pasangan Budi Eko dan Era Harijati ini. Dengan persiapan yang matang dan presentasi yang bagus, hasilnya Rafi dan timnya mampu menyabet medali emas. Mereka mampu menjadi yang terbaik mengalahkan ratusan pelajar dari Malaysia, Mesir, Singapura dan Jepang. Rafi menilai, keberhasilan timnya menorehkan prestasi di bidang robotika tak lepas dari dukungan orang tua, sekolah dan tim pendamping. Pasalnya, ekstra-kulikuler robotika didukung dengan tim pelatih yang berkualitas dan ruang khusus yang dilengkapi dengan sarana-prasarana dalam pembuatan robot. Selanjutnya, Rafi dan kawan-kawannya membidik Singapura Robocup yang diselenggarakan tahun depan. Harapannya, mereka dapat kembali mengharumkan nama Surabaya di kancah internasional. Selain itu, Rafi dan tim juga tengah menyiapkan inovasi terbaru yakni robot penghapus papan tulis. “Kami ingin membuat robot penghapus papan tulis karena setahu kami belum banyak yang membuat robot seperti itu. Semoga robot itu nanti bisa berguna bagi sekolah kami,” pungkas pengidola penemu bola lampu Thomas Alfa Edison ini.nov

 

Berita Sains Lainnya