Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
RR: Berkaca pada Mahathir,

Orang yang Undang IMF Perlu Ditangkap

JAKARTA (Realita)- ‎Tokoh Nasional Rizal Ramli geram dengan langkah pemerintah yang kerap bergantung dan beranggapan IMF sebagai Dewa Penolong.

Rizal Ramli.

Menurut Menteri Bidang Perekonomian era pemerintahan GusDur ini, awal mula kasus BLBI tidak terlepas dari bantuan IMF ke Indonesia. Pada Oktober 1996 econit fishery group telah meramalkan bahwa Indonesia akan mengalami krisis pada 1997.

Namun sambung RR sapaan Rizal Ramli, semua analisa yang dibeberkan dibantah oleh menteri keuangan dan gubernur BI dengan mengatakan fundamental ekonomi Indonesia paling baik di Asia Tenggara.

Mereka juga menyatakan kepada presiden bahwa tidak perlu khawatir analisa yang dipaparkan pihaknya tidak benar.

"Tapi meraka tidak memberikan angka yang sesungguhnya. Bank dunia, analis ekonom dalam negeri luar dan negeri selalu mengatakan 1997 akan oke sebagus 1996 nggak usah khawatir dan macam-macam," ujar RR dalam diskusi "Mega Skandal BLBI Perlukah Dibuka Kembali" di ILC TVOne, Selasa (10/7/2018).

Rizal menambahkan setahun setelah itu, pihaknya diundang Managing Director IMF Michel Camdessus sebelum Camdessus bertemu presiden di istana.

Menurut Rizal dalam pertemuan tersebut pihaknya satu-satunya ekonom yang hadir dan yang mengatakan IMF tidak perlu ikut membantu krisis ekonomi Indonesia. Namun yang lain setuju undang IMF karena sudah kepepet.

"Kenapa tidak setuju karena, satu pinjaman IMF itu sama sekali tidak menolong ekonomi dan rakyat Indonesia, tetapi dipakai untuk melunasi bank-bank yang memberikan kredit ke Indonesia," ujar Rizal.

Lebih lanjut Rizal menjelaskan, pengalaman di Asia jika IMF ikut mengatasi krisis maka ekonomi akan anjlok lebih jelek daripada seharusnya.

Dalam perhitungan pihaknya tanpa IMF Indonesia tetap kena krisis tetapi ekonomi hanya anjlok dari rata-rata enam ke dua persen. Dengan mengundang IMF ekonomi yang tadinya rata-rata enam persen anjlok -13 persen.

Malaysia sambung Rizal tidak mengundang IMF untuk membantu mengatasi krisis, bahkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terpaksa harus ditangkap oleh Mahathir Mohamad lantaran berencana mengundang IMF ke Malaysia.

“Mungkin di Indonesia perlu juga ditangkep orang yang undang IMF, Indonesia yang profesor otaknya pinter-pinter tetapi selalu jadi komprador IMF dan malah undang IMF," tegas RR.beb‎y

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya