Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sebar Foto Bugil dan Memeras,

Ihksan Diadili

SURABAYA (Realita) - Ihksan Afrianto Zainin, terdakwa kasus pemerasan dengan modus menyebarkan foto bugil korbanya, hanya bisa pasrah saat didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (31/7/2017).

Ikhsan di PN Surabaya, Senin (31/7).

Ihksan Afrianto Zainin, pemilik akun instagram https://www.instagram.com/penyesala123/ dan akun media sosial BBM (Blackberry Messenger) dengan nama akun IAZ dan PIN D9CE677A, menjalani sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Nining (JPU) Dwi Ariany dan Setiyati dari Kejati Jawa Timur.

Dijelaskan dalam dakwaan, kasus ini berawal dari keinginan Aileen Vanesa Mistsubishi (Korban), menambah follower di akun Instagram miliknya. Untuk menambah followernya tersebut, kemudian Aileen mengirim DM (Direct Message) kepada terdakwa di https://www.instagram.com/penyesala123/ dan akun media sosial BBM  dengan mama  IAZ.

Oleh terdakwa, pada tanggal 25 April 2017, langsung di respon dengan cara agar Aileen mengirim foto sexy dan foto bugil dirinya. Setuju dengan cara yang ditawarkan tersebut, Aileen Vanessa Mitsubishi kemudian mengambil foto dirinya dengan posisi tanpa busana (bugil), tanpa wajah sebanyak 20 kali di dalam kamar mandi rumahnya. Sejak saat itu akun follower milik Aillen bertambah 100 pengikut.

Tak puas dengan foto tersebut, terdakwa Ikhsan minta Aillen foto lagi dengan mengatakan “kok gak pake muka dek?”, keinginan terdakwa pun dikabulkan Aileen, dengan mengirim lagi 10 kali gambar contoh foto bugil yang sudah nampak wajahnya. Namun, saat itu akun follower milik Aillen tidak bertambah.

Kecewa follower Aillen tak bertambah, terdakwa Ikhsan mengirim Direct Message meminta saksi untuk mengirim video dengan gaya dan durasi yang ditentukan oleh terdakwa, yaitu pose video bugil dengan memasukkan jari tengah saksi ke alat kelamin dan jari tangan satunya dimasukkan mulut dengan diikuti suara sange (suara merangsang).

Setelah Aillen mengirim video ke akun terdakwa, Aillen merasa tidak nyaman lantaran diperas oleh terdakwa dengan ucapan "bakalan nyebarin video bugil, foto bugil adik sama keluarga dan teman-teman adik!"

Lantas, melalui akun sabilaagus terdakwa minta Aillen Vanessa Mitsubishi mengirimkan pulsa sebesar Rp.500.000,- ke No HP.082306323205 (milik saksi Lisnah, ibu terdakwa). Merespon teror dan ancaman yang dalami anaknya, ibunda Aillen Vanessa Mitsubishi yaitu Yunita Mayasari mengirim pulsa sebanyak dua kali. Pertama sebesar Rp.300.000. Kedua sebesar Rp.100.000. dengan harapan foto dan video anaknya tidak disebarkan.

Namun, setelah korban mengirimkan pulsa, terdakwa tetap mengancam saksi Aillen. Merasa tidak nyaman dan anaknya terus-terusan diteror, Yunita Mayasari melaporkan kejadian tersebut ke polda Jatim. Ikhsan Afrianto Zainin pun ditangkap dirumahnya Jalan Bhakti Husadah No 58 RT 010-RW 003 Kel. Lingkar Barat Kec. Gading Cempaka Kota Bengkulu, pada hari Senin tanggal 01 Mei 2017.

Berdasarkan keterangan ahli ITE, Dendy Eka Puswadi S.Si, dinyatakn perbuatan Ikhsan Afrianto Zainin digolongkan perbuatan yang diatur dalam pasal 29 UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Berdasarkan keterangan ahli Hukum Pidana Dr.Jusup Jacobus Setyabudi, SH.MH. Perbuatan terdakwa Ihksan Afrianto Zaini yang membujuk korban untuk mengirimkan foto dan video bugil serta mengirimkan foto bugil orang lain serta melakukan pemerasan serta pengancaman melalui Direct Message (DM) media sosial Instagram merupakan suatu perbuatan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1) jo.pasal 45 ayat (1) dan atau pasal 27 ayat (4) jo. pasal 45 ayat (1) dan atau pasal 29 jo. pasal 45B UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang ITE.

"Atas perbuatanya terdakwa dikenakan Pasal 45 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 pasal 7 ayat 1 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," ucap JPU.ys

 

Berita Gaya Hidup Lainnya