Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sebelum Tewas,

Korban Bertengkar dengan Anaknya

SURABAYA (Realita) - Terkait apakah ada unsur kesengajaan pada kematian korban, Kapolsek Pakal Kompol I Gede Suartika menegaskan, bahwa pihaknya masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Mayat Ponidjan saat dimasukkan ambulance.

"Memang ada bekas darah di kepala. Tapi kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit," jelas Gede. Setelah dievakuasi, polisi langsung membawa jenazah eks pegawai Pertamina, Ponidjan ke RSUD dr. Soetomo. Sejauh ini, belum bisa dipastikan kapan hasil autopsi tersebut keluar. Yang jelas, polisi memanggil seluruh keluarga korban untuk dimintai keterangan.

Dwi Dirgantoro, anak kandung korban saat akan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pakal, Surabaya. Senin (21/11/2016).

Gede melanjutkan bahwa pihaknya memang menerima informasi tentang terjadinya pertengkaran korban dengan anaknya, Dwi Dirgantoro. Tapi polisi juga tidak bisa melepaskan fakta adanya penyakit yang diderita korban. "Saksi-saksi kami periksa untuk mencocokkan alibinya dengan data yang dikumpulkan anggota di lokasi," lanjut mantan Kasatreskrim Polres Mojokerto itu. Informasi yang diterima polisi, keluarga tersebut sering bertengkar karena penyakit yang diderita korban. Amarah korban yang mengalami darah tinggi memang kerap membuncah. Hal itulah yang masih akan diselidiki oleh korps seragam cokelat. Hingga malam ini, seluruh keluarga korban masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Pakal. Realita.co sendiri sempat bertanya kepada Dwi Dirgantoro. Dia membenarkan bahwa keluarganya memang tidak melapor ke polisi. "Saya nggak tahu siapa yang melapor ke polisi," katanya di Mapolsek Pakal, Senin (21/11/2016). Dwi mengaku terakhir kali melihat ayahnya Minggu malam. Dia baru tahu kemarin, saat pulang kerja. "Saya baru tahu pagi tadi. Kerja saya memang malam," bebernya.zain

 

Berita Kriminal Lainnya