Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sebulan,

Polres Tanjung Perak Ringkus 137 Pelaku Kejahatan

SURABAYA (Realita) - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kembali menggelar analisis dan evaluasi (anev) bulanan.

Kapolres Pelabuban Tanjung Perak Surabaya dan Kasatreskrim saat berdialog dengan para tersangka dalam anev di Mapolres Tanjung Perak, Jumat (10/8).

Selama Juli hingga Agustus 2018, tercatat berhasil meringkus 137 tersangka.‎ Rinciannya, Satreskrim membekuk 78 penjahat dan polsek-polsek jajaran menangkap 59 penjahat.

Beberapa kasus yang telah berhasil diungkap antara lain curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), narkoba, miras, judi dan premanisme.

Jumat (10/8) sore, polisi memamerkan 137 tersangka itu di depan awak media. "Ini bukti bahwa kami menunjukkan kepastian hukum bagi masyarakat," tegas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Dia memaparkan beberapa modus yang dilakukan para pelaku secara detail. Untuk kasus curat dan curanmor, umumnya para pelaku merusak, mencongkel gembok pagar, dan merusak rumah kunci motor. 

Sedangkan para pelaku curas rata-rata membekali diri dengan senjata tajam, dan tak segan melukai korbannya jika berusaha mempertahankan barang berharganya.‎

"Ada juga modus yang menuduh korban telah memukul kerabatnya. Pelaku pura-pura minta pertanggungjawaban. Oleh karena korban terdesak, sepeda motornya lalu dibawa kabur," beber Agus.

Kemudian untuk narkoba, pelaku menggunakan modus ranjau. Yakni transaksi tanpa harus bertatap muka. Jadi, antara penjual dan pembeli tidak saling kenal. "Barang (sabu) pesanan ditaruh disuatu tempat. Kemudian diambil oleh pembelinya," lanjutnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Tinton Yudha Riambodo menyatakan, para tersangka yang telah ditangkap menjadi bukti bahwa pihaknya tidak main-main memberantas kejahatan jalanan dan sebagainya.

"Kami peringatkan agar para pelaku tidak macam-macam di Surabaya. Kami tidak segan untuk menindak tegas," ancam Tinton, sapaan akrab AKP Tinton Yudha Riambodo.

Saat ini, Satreskrim memang masih punya beberapa target pelaku yang hendak ditangkap. Salah satunya adalah komplotan begal di jembatan sekitaran Jalan Kembang Jepun yang menyabetkan parang sepanjang 45 cm kepada seorang pengendara motor hingga menderita luka robek dan harus mendapat 16 jahitan

"Untuk identitasnya sudah kami kantongi. Sedang kami lidik lebih lanjut," ujarnya. Selain membekuk eksekutor, polisi juga membekuk penadah. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai jaringan curanmor. Setiap pelaku curanmor selalu punya penadah yang sudah jadi langganan melempar kendaraan hasil curian.

Kebanyakan para pelaku selalu membawa kabur hasil curiannya ke Madura. Untuk mengantisipasi hal itu, polisi selalu menggelar operasi di kawasan Jalan Kedung Cowek hingga jembatan Suramadu setiap hari dengan waktu random.

Berikut hasil ungkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama Juli hingga Agustus 2018:

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya: 78 tersangka

Polsek Jajaran: 59 tersangka.

Total: 137 tersangka.

Jenis kasus:

Curas, Curat dan Curanmor: 28 tersangka

Narkoba: 64 tersangka

Judi: 17 tersangka

Miras: 1

Premanisme: 27.zain

 

Berita Kriminal Lainnya