Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sidak,

Dinas PU Cipta Karya Surabaya Pakai Sepeda Onthel

SURABAYA (Realita) - Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perkantoran, Jumat (16/9/2016) sore di kawasan Dharmahusada, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Sidak ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan melihat banyaknya bangunan yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya. Dari data yang ada, sekitar 60 persen bangunan di Kota Surabaya yang belum memiliki IMB.

Bangunan ini tersebar di seluruh Kota Surabaya, khususnya kawasan Surabaya Barat yang banyak bangunan baru dan belum memiliki IMB. Dalam sidak ini, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang mendatangi sekitar 25 bangunan perkantoran. Hasilnya, dari 25 titik yang disidak, ada lima bangunan perkantoran belum memiliki izin perubahan peruntukan. Awalnya, dari rumah tinggal atau ruko diubah menjadi perkantoran hingga restoran. Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Eri Cahyadi mengatakan, mulai hari ini, pihaknya memang sengaja melakukan jemput bola ke lapangan. "Kami ingin bangunan yang belum memiliki IMB dan sejenisnya ini segera mengurusnya," katanya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, langkah ini bukan dilakukan sebagai bentuk untuk memberikan peringatan kepada bangunan perkantoran yang belum berizin. "Kami justru membantu mereka, jadi tidak perlu khawatir. Kami datang bukan untuk menutup bangunan itu karena tidak berizin, tapi kami membantu mereka mengurus perizinan. Kami jemput bola," terangnya. Kendati demikian, kata dia, hal itu juga tidak akan berlangsung lama. Eri mengatakan, setelah disidak, bangunan kantor yang tidak memiliki IMB dan lainnya diberi waktu selama 30 hari. "Mereka kami kasih kesempatan untuk mengurus perizinan. Kalau sampai batas waktu itu tidak segera diurus, kami akan tindak tegas," paparnya. Menurut Eri, langkah ini akan dilakukan secara bertahap. Artinya, ke depan, pihaknya akan terus melakukan hal serupa yakni jemput bola. "Kami akan mempermudah prosesnya. Jujur saja, IMB ini juga berkaitan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya," paparnya. Dia berharap, upaya jemput bola ini membawa dampak positif. Dikatakan dia, goalnya, adalah semakin banyak orang yang mengurus IMB dan sejenisnya. "Semoga semakin banyak yang mengurus izin. Kami juga menghimbau ke masyarakat untuk kooperatif," tandasnya. Dalam sidak ini, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang melakukan hal yang sedikit unik. Mereka sidak tidak menggunakan mobil, melainkan menggunakan sepeda angin. Tim yang turun ke lapangan, membawa sepeda angin, dan tidak menggunakan pakaian dinas.nov

 

Berita Layanan Publik Lainnya