Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sidang DKPP,

KPUD Mojokerto Bingung Jelaskan Kronologi Pencoretan Nisa-Syah

JAKARTA (Realita) - Sidang perdana Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari pengaduan pasangan calon Choirun Nisa - Arifudinsjah (Nisa - Syah) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto terkait pencoretan Nisa-Syah pada Pilkada Kabupaten Mojokerto, akhirnya digelar, Jum'at (27/11/2015).

Suasana sidang DKPP tampak khidmat, ketua Majelis Hakim Dr. Valina Singka Subekti, M.Si, didampingi Nur Hidayat Sardini

Sidang DKKP yang berlangsung lumayan tegang ini, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di ruang sidang di gedung DKPP Jl. MH.Thamrin,No. 14, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Kuasa hukum Paslon Nisa - Syah Dr Ima Mayasari dan Efendi Sinaga tampak hadir dalam sidang perdana tersebut. Ketua Tim Pemenangan Nisa - Syah, Heri Ermawan menuturkan, dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim DKPP sempat menanyakan Ketua KPUD Kabupaten Mojokerto, Ayuhanafiq, tentang kronologi dari awal pendaftaran calon hingga proses pencoretan paslon Nisa - Syah. "Tetapi Ketua KPUD Kabupaten Mojokerto tidak siap menceritakannya dengan runut," kata Heri, saat dihubungi Realita.co, Jum'at petang Hingga akhirnya, Ketua Majelis Hakim DKPP, Dr. Valina Singka Subekti, M.Si bertanya dengan nada tinggi kepada Ketua KPUD Kabupaten Mojokerto, Ayuhanafiq. "Kenapa kamu yang melaksanakan tetapi kamu tidak paham dan tidak bisa menceritakan kronologinya," kata Heri menirukan Ketua Majelis Hakim. Ironisnya lagi, Ketua KPUD Kabupaten Mojokerto, justru melimpahkan pertanyaan tersebut kepada Komisioner KPUD Kabupaten Mojokerto (Divisi Hukum) Vicky Risdiyanto. Tetapi Divisi hukum KPUD Kabupaten Mojokerto juga tidak mampu menceritakan secara runut kronologi proses pencoretan tersebut. Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim DKPP meminta kepada Ketua KPUD Kabupaten Mojokerto untuk menulis kronologi dari awal pendaftaran calon sampai pada proses pencoretan paslon nomor 1 Nisa - Syah, dan diserahkan secepatnya kepada Ketua Majelis Hakim DKPP. Dalam persidangan itu, KPUD Propinsi Jawa Timur dimintai pendapatnya tentang apa yang terjadi di proses Pilkada Kabupaten Mojokerto. Namun, KPUD Propinsi Jawa timur menegaskan bahwa fungsi dan wewenang KPUD Propinsi Jawa Timur hanya bersifat mengawal proses verifikasi faktual yang dilaksanakan oleh KPUD Kabupaten Mojokerto. Mendengar pemaparan KPU Provinsi Jatim, Ketua Majelis Hakim juga meminta agar KPU Provinsi Jatim memberikan kronologi dari awal pendaftaran calon sampai pada proses pencoretan paslon nomor 1 Nisa - Syah juga secara tertulis. Saat sidang berlangsung hadir juga, Dr. Mauarar Siahaan sebagai saksi ahli. Dalam kesaksiannya Dr Mauarar Siahaan berpendapat, bahwa yang telah dilakukan oleh KPU Kabupaten Mojokerto adalah sebagai tindakan pemasungan hak konstitusi warga negara (Humam Right Candidate)

Aksi damai pendukung Nisa - Syah di depan Gedung DKPP.

Sementara Tim Kuasa Hukum Paslon Nisa - Syah, Dr Ima Mayasari, S.H., M.H., membenarkan apa yang disampaikan oleh saksi ahli dan mempertanyakan kenapa paslon No 2 (MKP - Pungkasiadi) yang menurut pengakuannya juga mengantongi rekom dari DPP PPP Kubu Djan Faridz tetapi tidak diserahkan kepada KPUD Kabupaten Mojokerto saat proses pendaftaran. Namun ketika rekom PPP Djan Faridz juga dikantongi oleh paslon No 1 Nisa - Syah dan digunakan sebagai persyaratan pendaftaran paslon pemilukada Kabupaten Mojokerto, paslon no 2 MKP - Ipung, tiba-tiba kebakaran jenggot dan mempermasalahkan tentang rekom tersebut. "Kami menilai bahwa ini sebuah tindakan yang tidak etis dalam dunia politik, pendapat tersebut juga diamini oleh ketua Majelis Hakim DKPP. Ada beberapa kronologi tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan. Ada apa dengan Pilkada Kabupaten Mojokerto?," terang Ima. Di akhir sidang, ketua Majelis Hakim DKPP menyampaikan bahwa masalah Pilkada Kabupaten Mojokerto ini adalah sebuah permasalahan serius. "Persoalan Pilkada Kabupaten Mojokerto harus disikapi oleh berbagai pihak yang terkait," tambah ketua Majelis Hakim.

Para pendukung Nisa-Syah ini meminta DKPP mengeluarkan keputusa yang adil.

Sementara di luar sidang DKKP, ratusan relawan paslon Nisa - Syah yang terdiri dari berbagai elemen mengelar aksi damai dengan membaca shalawat Nariyah. Hal itu dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada DKPP. "Semoga DKPP dapat memutuskan secara netral dan adil," kata Urip Widodo, koordinator aksi damai di depan gedung DKPP. Seperti diketahui, ratusan pendukung Nisa-Syah berangkat dari Mojokerto sejak Rabu (25/11/2011) malam. Gerakan moral itu dilakukan atas inisiatif mereka sendiri dengan menumpang 3 unit bus dan bermalam di Masjid Istiqlal. Sekitar pukul 11.45 WIB sidang perdana kasus pilkada Kabupaten Mojokerto di DKPP ditutup. Dengan berakhirnya sidang tersebut, berakhir pula gelar aksi pembacaan shalawat yang dilakukan oleh relawan Pendukung Nisa - Syah. uje

 

Berita Politik Lainnya