Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
SK Bupati Mojokerto tentang Pencabutan

Ijin Pabrik Karet Tak Sakti

MOJOKERTO (Realita)- Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, Nomor 188.45/792/HK/416.012/2016 tentang pencabutan Keputusan Bupati Mojokerto Nomor : 188.45/1380/HK/416-012/2008 tentang ijin gangguan pendirian perusahaan industri karet dan plastik serta barang-barang dari karet dan plastik PT Bumi Nusa Makmur (BNM) telah dikeluarkan.

Para tokoh karang taruna Dusun Sumput dan Klampisan Desa Medali saat berkumpul dengan acara liwetan dan membahas polemik pabrik karet.

Namun, SK tersebut seakan-akan tak ada fungsinya. Bahkan, warga Desa Medali menganggap SK yang ditandatangani MKP pada 8 Desember lalu, tak 'Sakti'. Terbukti, pabrik pengolahan limbah karet ini tetap mokong dan terus beraktifitas. Terlebih, bau limbah terus menyenggat yang menganggu ribuan warga dari 14 Desa di 2 Kecamatan yakni Puri serta Sooko. Atas lambannya pemerintah (Pemkab) soal penutupan serta penghentian produksi PT BNM, warga Medali dan sekitarnya berencana akan mengelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada pekan depan. Sebagai sasaran aksi, warga bakal mendatangi kantor Satpol PP serta Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM). "Untuk rencana aksi, akan kita lakukan di kantor Satpol PP dan Perijinan, karena beberapa hari lalu, kita sudah kirim surat pengaduan ke beberapa instansi, soal pabrik karet yang masih beroperasi," kata Slamet, Sekretaris Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Desa Medali, saat dihubungi, Realita.co Selasa (20/12/2016). Ia menyayangkan, surat yang dikirim itu tak ada respon atau konfirmasi balik dari instansi yang dituju. "Bilangnya Jum'at, sampai sekarang tidak ada jawaban dan tidak ada penutupan aktifitas pabrik. Minimal ada respon agar masyarakat Desa Medali bisa tenang, apalagi sudah satu minggu lebih," cetusnya. Untuk mematangkan gerakan, MPL terus melakukan konsolidasi bersama karang taruna, tokoh warga dan agama setempat. Sedangkan, rencana aksi besar-besaran itu bakal digelar pada pekan depan. Dengan tujuan, agar pihak Satpol PP bertindak tegas dalam penutupan pabrik karet. Selain rencana aksi besar-besaran, pihaknya bakal meminta audiensi dengan Bupati Mojokerto bersama sejumlah instansi terkait, soal pabrik karet yang masih nekat melakukan aktifitas produksinya. Hanya saja, Slamet belum berani mengungkapkan kapan audiensi itu akan dilaksanakan. "Yang jelas, kami masih koordinasi dengan para tokoh warga, pemuda serta agama," tegas dia. Kades Medali, Miftahudin membenarkan adanya rencana aksi yang dilakukan warganya. Mifta mengaku, banyak warga yang mengeluh terkait aktifitas pabrik karet yang mengabaikan SK Bupati. "Mereka (warga) bilang, ternyata SK Bupati tidak sakti dan tidak ada taring dimata pabrik karet. Bahkan, warga juga geram karena Satpol PP tidak berani menutup, sebenarnya ada apa? Kok kelihatannya mereka saling lempar," jelas Kades yang juga pengusaha sepeda motor bekas ini. Sementara itu, Kasatpol PP Suharsono dan Kepala BPTPM Kabupaten Mojokerto belum berhasil dikonfirmasi terkait rencana aksi ribuan warga Desa Medali pekan depan dengan sasaran kantor Satpol PP dan BPTPM. Realita.co beberapa kali menghubungi kedua nomor pejabat tersebut, namun tak aktif. ujeck

 

Berita Hukum Lainnya