Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Soal Pembekuan PayTren oleh BI,

Ini Kata Yusuf Mansur!

JAKARTA (Realita)- PT Veritra Sentosa International sebagai pemilik aplikasi transaksi mobile PayTren mengaku telah mengajukan izin bisnis uang elektronik kepada BI sejak Juli lalu. 

Proses perizinan baru dilakukan pada tahun ini mengingat pembukaan pendaftaran izin memang baru dibuka pada pertengahan tahun.

Pendiri PayTren Yusuf Mansur menjelaskan, perusahaan sebenarnya sudah berharap mendapatkan izin di tahun 2014 silam, ketika PayTren baru dirintis.

Yusuf Mansur.

Namun, pada saat itu, belum ada aturan rinci dari BI terkait bisnis uang elektronik.

"Kami sudah menunjukkan sikap kooperatif dengan mendatangi BI. PayTren datang duluan ke BI sebelum dipanggil. Karena memang kami sudah menunggu izin itu dibuka. Sebab kami butuh e-Money," ungkap Yusuf, Sabtu (7/10) lalu.cnn

 

Berita Ekonomi Bisnis Lainnya