Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sosialisasi 4 Pilar! MPR Janjikan Akomodasi Peserta Rp110 Ribu,

ternyata Rp 50 ribu

JAKARTA (Realita) - Salah seorang peserta sosialisasi empat pilar MPR dengan tema "Pemimpin yang kita cita-citakan sesuai dengan amanat UUD 45" merasa ditipu lantaran janji dana akomodasi bagi peserta tidak sesuai dengan ketentuan awal.

Uang Rp 50 ribu yang dibagikan pada peserta.

Di mana mereka dijanjikan uang Rp110 ribu saat melakukan registrasi, ternyata mereka hanya terima Rp50 ribu saja di dalam amplop.

"Per peserta sosialisasi empat pilar #2019GantiPresiden tadi setiap peserta mendapatkan akomodasi. Di absensi awal ditulis Rp110 ribu, pad dibagiin (amplopnya) taunya cuma Rp50 ribu," kata salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya itu, Selasa (10/7/2018).

Ia menilai kegiatan tersebut hanya cuap-cuap belaka, ternyata dalam praktiknya pun tidak bisa diterapkan, salah satunya soal transparansi akomodasi peserta.

"Di dalam ngomongnya kan besar-besar itu soal kriteria pemimpin dan sebagainya, praktiknya peserta aja dana akomodasinya disunat, gak ada bedanya sih dengan pasukan nasi bungkus yang sering mereka olok-olokkan ke kelompok lain," tuturnya.

Peserta tersebut tak ingin mempermasalahkan nominal dana akomodasi yang diterimanya itu. Ada atau tidak adanya uang akomodasi, ia lebih memilih mendengarkan ceramah kebangsaan yang disampaikan oleh para tokoh tersebut.

Hanya saja ketika dalam praktiknya ternyata tidak sejalan dengan semangat yang digaungkan itu, ia pun mengaku pesimis dengan rencana besar mereka yang ingin mengganti Presiden di Pilpres 2019 mendatang.

"Saya enggak mempermasalahkan duitnya ada atau tidak, tapi mbok ya yang jujur. Masak mau ganti presiden tapi belum Pilpres udah permainkan rakyat dengan cara menjijikkan begini," ujarnya.

"Lebih baik tidak usah diadakan dana akomodasi ketimbang ada tapi nyunat jatah orang. Malu ah," tambahnya.

Diketahui, kegiatan sosialisasi empat pilar tersebut dihadiri oleh para tokoh nasional seperti Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS) Muhammad Gatot Saptono alias Al Khaththath, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana, Pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) Abdul Chair Ramadhan, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan pengurus Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Fikri Bareno.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan digelar oleh kelompok yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Rakyat Jakarta(FKRJ) buah kerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.yl

 

Berita Politik Lainnya