Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Spesialis Maling Tas di Masjid Kampus dan Mall,

Dibekuk

SURABAYA (Realita) - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus maling yang biasa beraksi di sejumlah masjid wilayah Kota Surabaya, setelah mengidentifikasi pelaku dari rekaman kamera CCTV (Closed Circuit Television).

SLH menutupi wajahnya saat dirilis depan wartawan, Rabu (8/11).

Pelakunya itu adalah berinisial SLH, warga Jalan Sidotopo Surabaya.

"Sasaran tersangka adalah masjid-masjid di sejumlah kampus wilayah Kota Surabaya," ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana kepada wartawan, Rabu (8/11).

Dewa menjelaskan, berdasar penyelidikan yang sudah dilakukan, sedikitnya sudah ada tiga masjid yang telah disasar, yakni di lingkungan kampus Universitas Surabaya, Jalan Kali Rungkut, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Jalan Ahmad Yani, dan Universitas 17 Agustus (Untag), Jalan Semolowaru Surabaya.

"Pelaku memasuki masjid seolah mau menunaikan ibadah salat. Tapi sebenarnya niatnya adalah untuk mencuri," papar Dewa. Sedangkan barang-barang yang disasar adalah tas berisi laptop maupun telepon seluler. Modusnya, yakni menunggu saat pemilik tas lalai.

"Pelaku mengambil tas saat pemiliknya sedang salat atau saat pemiliknya meninggalkan tas di dalam masjid untuk mengambil air wudu," tambah alumnus Akpol 2004 itu.

Selain menyasar masjid, pelaku juga kerap beroperasi di sejumlah Pusat Perbelanjaan wilayah Kota Surabaya, di antaranya Pakuwon Trade Center (PTC) dan Royal Plaza Surabaya.

"Awalnya kami memburu pelaku di Pakuwon Trade Center, tapi kemudian kami mendengar informasi pelaku sedang beraksi di Royal Plaza, sehingga langsung kami sergap di sana," lanjutnya.

Saat beroperasi di Pusat Perbelanjaan, Dewa mengatakan, pelaku menyasar korban yang lalai saat sedang nongkrong di kafe. "Kalau di Pusat Perbelanjaan selalu sasarannya adalah kafe-kafe," tuturnya.

Sementara tersangka SLH, saat dipertemukan dengan wartawan di halaman gedung Anindita Polrestabes Surabaya, berdalih terpaksa melakukan pencurian karena masalah ekonomi.

"Saya nekat saja nyolong di masjid, karena terpaksa tidak punya uang," ungkapnya. Barang-barang hasil curian berupa telepon seluler dan laptop selalu dijual di Pasar Gembong Surabaya seharga Rp250 ribu hingga Rp750 ribu.zain

 

Berita Politik Lainnya