Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Sssstt...Rumah Dinas Bupati Mojokerto

Dilengkapi Ruang Karaoke plus Miras!

MOJOKERTO (Realita) - Aksi sweeping yang digelar relawan pendukung paslon Nisa-Syah di komplek rumah dinas (rumdin) Bupati Mojokerto, Selasa (20/10/2015) petang, tak menemukan sosok Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Aksi sweeping yang dilakukan relawan Nisa-Syah di komplek rumah dinas Bupati Mojokerto.

Menyusul, informasi yang diterima relawan, jika MKP masih bertahan di rumdin. Pengamatan di areal rumdin, enam relawan melakukan sweeping setelah melakukan pertemuan yang dengan Kepala Kesbangpol Nanang Soebagyo. Usai pertemuan tersebut, mereka langsung menuju Pringgitan (sebutan rumah dinas bupati) dari sisi timur.

Para relawan merangsek masuk ke dalam rumah dinas MKP.

Sesampainya di pintu belakang, relawan yang dikawal aparat kepolisian dari Polres Mojokerto Kota serta Satpol PP, memasuki rumdin yang ditempati MKP selama 5 tahun. Namun sebelum masuk, salah satu PNS mulai membuka kunci gembok. Selanjutnya, empat relawan memasuki rumdin dan tak menemukan sosok mantan Bupati Mojokerto itu. "Ternyata (MKP) tidak ada di sini MKP," kata Kartiwi, salah satu relawan Semut Ireng. Tak puas sebelum menemukan mantan Bupati Mojokerto, relawan terus mencari hingga di areal taman persisnya di belakang rumdin. Sementara di parkir sisi timur, tampak parkir 3 mobil. Salah satunya mobil pribadi milik MKP, mobil jenis Alphad nopol S 1001 QQ menghadap ke barat.

Di rumah dinas ini, ditemukan satu kulkas bir yang masih dalam keadaan utuh (pojok kiri dalam foto). Tak hanya itu, ruangan ini didesain mirip room karaoke.

Selanjutnya, relawan dengan koordinator Anton Fathurrahman memasuki gedung lantai dua di sisi barat Pringgitan. Nah, di lantai dasar, terdapat ruangan berukuran 4X6 meter yang desainya mirip tempat karaoke. Ada satu layar monitor LCD di sana. Sementara di meja panjang berjajar 4 pack rokok lengkap dengan korek api. Bahkan di pojok kiri, berdiri kulkas yang berisi botol bir ukuran kecil yang masih utuh. "Apapun yang disampaikan Kesbang tadi tidak benar. Di sana (ruangan karaoke) ada tanda-tanda kalau ada pertemuan tadi. Bekas rokoknya masih baru yang ada di ruang karaoke, bekas minum yang masih sisa, beberapa asbak yang masih kotor. Termasuk sound system masih nyala dan segala macam bentuknya. Artinya bahwa di sini tadi ada kegiatan di Pringgitan," ungkap Anton Fathurrahman kepada sejumlah wartawan, usai sweeping. Menurut Anton, dirinya sangat meyakini adanya pertemuan. Namun, jika ada yang meragukan, ia mempersilahkan untuk disidik jari. "Saya minta pemerintah daerah netral demi kondusifitas wilayah dan saya tidak ingin menyelidiki, kami hanya ingin memastikan," imbuhnya.

Dalam rumdin, MKP menyimpan mobil mewah.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Nanang Soebagyo menuturkan pengosongan rumah dinas ke rumah pribadi ini memang dilakukan secara bertahap, seperti pemindahan aset pribadi yakni foto keluarga dan lain-lain. "Sesuai dari saran dan masukan warga tadi, saya tampung dan besok pagi kami akan gelar rapat koordinasi internal di antaranya Bagian Umum, Satpol PP. Yang pasti, sebelum warga yang mengecek ke sini, kami tadi pagi juga sudah melaporkan ke pak Sekdakab, sebelum meninggalkan tempat," katanya. Terkait salah satu ruangan yang mirip tempat karaoke yang terlihat baru dijadikan pertemuan, Nanang menegaskan pihaknya meyakini jika di ruangan (karaoke) memang ditempati karyawan yang menjaga. "Ya nanti kita dalami lagi, namun beberapa barang milik mantan bupati sudah dibawa ke sana (rumah pribadi MKP)," pungkas Nanang. uje

 

Berita Politik Lainnya