Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Realita

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 

Penanggungjawab: Hadi Sucipto.

Pimpinan Redaksi: Agum Gumelar.

Redaktur : Arif Ardliyanto, Buyung Budiono.

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Novi Ispinari, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Yudi Gunawan, Rossy, Indra Habib Purwanto,  Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Moh.Syaifullah, Hendri Arifianto, Juni Harianto, Mukarrom Hidayat

Teknologi Informasi dan Medsos: Badrul Djazuli, M.Rindra |Design Layout: Tony Basuki |Bendahara: Wiwik Winanti Ningsih.

Alamat: Jl.Kesatrian Perum The Taman Dhika Cluster Bromo Blok A9, Desa, Sono, Sidokerto, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 61252

Telpon: 031 8052190 IHotline: 081331948406 IFollow us: www.realita.co, instagram @redaksirealita, facebook @realita, twitter @co_realita, youtube @redaksirealita.

Email: redaksi@realita.co

Boks Redaksi
TOP
Surat Natal Abraham Lincoln

Terjual Rp 870 Juta

WASHINGTON (Realita)- Beberapa hari sebelum Natal, Abraham Lincoln menyentuh hati Amerika yang tengah dilanda perang sipil besar-besaran dan hampir menghancurkan negeri tersebut. 

Tepatnya tahun 1863, Lincoln menjadi contoh untuk rakyatnya agar tetap berbuat baik saat kepercayaan akan sesama bangsa tersebut tengah hancur-hancurnya akibat perang saudara yang terjadi.

Abraham Lincoln.

Lewat sepucuk surat, Lincoln berupaya menyelamatkan nasib keluarga Craig yang masih sepupu dari istrinya, Mary Todd. Surat yang ditulis 21 Desember itu ditujukan kepada tentara militer AS agar mengizinkan keluarga Craig untuk melewati perbatasan dan kembali ke ladang perkebunan mereka yang ada di Arkansas, dengan aman dan selamat. 

Tidak ada yang tahu, bahwa suratnya itu beberapa puluh tahun kemudian dilelang di The Raab Collection dan laris terjual dengan harga US$ 60 ribu atau setara Rp 870 juta. 

"Tuan dan Nyonya Craig, dari Arkansas, yang perkebunannya terletak di dekat Sungai Mississippi, beberapa mil di bawah Helena, telah hancur selama perang saat ini, dan ingin kembali menduduki dan mengolah perkebunan mereka," tulis Lincoln dalam surat itu, dilansir CNN, Selasa (25/12/2018).

" Harapan saya agar mereka diizinkan untuk lewat, dan meminta pasukan militer Amerika Serikat di sekitarnya tidak akan menganiaya mereka atau membiarkan mereka dianiaya, selama Tuan dan Nyonya Craig menunjukkan bahwa mereka warga negara Amerika Serikat yang damai dan setia pada negaranya," tulis Lincoln dalam surat itu.

Kisah Surat Natal Abraham Lincoln yang Terjual Rp 870 Juta Foto: Surat Presiden Abraham Lincoln yang ditandatangani selama Perang Saudara ditulis kepada sepupu Ibu Negara Mary Todd Lincoln.

Surat Lincoln ini lama dipegang oleh keluarga Todd, secara turun temurun. Dan, baru-baru ini dibeli oleh seorang kolektor sebagai bukti untuk menunjukkan perjuangan-perjuangan Lincoln menyatukan Amerika Serikat. 

Nathan Raab, pemiliki balai lelang, mengatakan bahwa surat itu lebih dari sekadar isyarat kebaikan kepada keluarganya. Itu menunjukkan pesan Lincoln untuk memulihkan mental bangsa yang penuh kedengkian untuk hal yang sia-sia. 

"Tidak biasa menemukan sesuatu di mana sosok yang begitu menonjol dan penting secara historis terhubung begitu pribadi di tingkat nasional seperti itu. Anda mendapatkan pandangan di belakang layar yang langka dan wawasan tentang bagaimana perang mempengaruhi Lincoln sendiri," kata Raab. 

Surat ini sendiri, menurutnya, masih sangat kontekstual dengan kondisi Amerika yang sedang terpecah belah. Dan setidaknya pendapat Raab disetujui oleh pembeli tanpa nama dari Northwest yang rela rogoh kocek ratusan juta rupiah demi surat tersebut.bc

 

Berita Internasional Lainnya