Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tahun 2018,

Ada 3.112 orang Janda dan Duda Baru di Sumenep

SUMENEP (Realita)- Hanya dalam waktu 10 bulan, jumlah janda dan duda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bertambah hingga 3.112 orang.

ilustrasi janda dan duda.

Hal itu berdasarkan laporan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Sumenep, bahwa dari bulan Januari hingga September 2018 kasus perceraian sebanyak 1.556 perkara.

"Ya, dalam sepuluh bulan ini, ada 1.556 kasus perceraian (ada 3.112 janda dan duda baru)," ungkap Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Sumenep, M. Arifin, Selasa (6/11/2018).

Dari 1.556 angka perceraian itu, sambung Arifin, 830 perkara disebabkan perselisihan yang terus menerus, sisanya disebabkan banyak faktor, diantaranya karena perjudian dan perkawinan dini.

"Yang paling banyak karena disebabkan adanya perselisihan terus menerus dalam rumah tangga," jelasnya.

Disinggung soal upaya menekan angka perceraian sebagai langkah pereventif oleh Pengadilan Agama (PA), Arifin menyebut pihaknya sudah melakukan upaya mediasi lebih dahulu.

"Tentu, kami lebih dulu sudah melakukan upaya mediasi, dan majelis sidang selalu menasehati yang berperkara, tetapi memang susah berhasil," imbuhnya.

Bahkan, sebelumnya pihaknya juga telah melakukan penyuluhan hukum bersama dengan Bagian Hukum Pemerintah Daerah, akan tetapi tahun ini penyuluhan hukum tersebut tidak digelar lagi.

"Tahun sebelumnya ada penyuluhan hukum ke Kecamatan-kecamatan baik daratan maupun kepulaun dengan bekerja sama dengan Bagian Hukum Pemda, tapi untuk tahun ini tidak ada” pungkasnya.bad

 

Berita Politik Lainnya