Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tak Naik Kelas,

Siswa SMP Panjat Tower Puluhan Meter lalu Niat Terjun Bebas

KEDIRI (Realita)- Kelakuan anak jaman Now sungguh miris.

AR nekat naik tower dan mau terjun bebas.

Hanya  gara-gara tidak tidak naik kelas, seorang pelajar SMP Negeri 1 Plosoklaten  Kabupaten Kediri nekat memanjat tower BTS setinggi 44 meter. Namun aksi bunuh diri dapat digagalkan usai dibujuk akan diberi uang 500 Ribu bila mau turun. 

Pelajar ini berinisial AR (15) berasal dari Dusun Mangunrejo, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. AR duduk di kelas VII dan seharusnya naik di lelas VIII. Tetapi hasil raportnya mengharuskan tetap tinggal di kelas VII.

Menurut Yuni, pemilik kios kelontong di depan SMPN Plosoklaten 1, pagi harinya AR mengambil raport di sekolah. Setelah mengetahui, tidak naik kelas dia langsung depresi.

"Pagi harinya sudah hampir di tabrak truk ketika menyeberang jalan dari sekolah menuju ke toko ini. Saya tanya, dia menjawab sudah tidak kuat lagi karena tidak naik kelas. Saya bilangi supaya bersabar, tetapi anaknya langsung pergi," kata Yuni, Sabtu (9/6/2018).

Yuni melihat AR depresi. Dia nyaris menabrakkan dirinya ke mobil truk yang melintas di depan sekolahnya. Beruntung, dia masih selamat. "Jangan seperti itu le. (Baca : berusaha bunuh diri)," ucap Yuni menasehati.

AR meninggalkan tas dan hasduk miliknya di kios milik Yuni. Setelah itu dia pergi ke arah barat. AR masih mengenakan seragam pramuka. Ternyata dia memanjat tower BTS di tepi jalan Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

AR terus memanjat hingga setinggi kurang lebih 42 meter. Beberapa orang warga yang mengetahuinya berusaha membujuk. Tetapi AR tidak mempedulikan.

"Saat kami pasang matras di sebelah timur tower, dia justru berpindah ke selatan. Kemudian kami geser ke selatan dia pindah lagi. Sepertinya memang frustasi. Kemudian saya terus berusaha membujuknya," kata Dedy, Kepala Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Kades membujuk AR. Dia menjanjikan uang sebesar Rp 500 ribu, membebaskan biaya parkir sekolah dan menaikkan kelas. Hampir selama kurang lebih 1 jam AR tidak bergeming di puncak tower.

"Setelah saya bujuk terus, saya pastikan dia bakal naik kelas, saya beri uang Rp 500 ribu dan saya bebaskan biaya parkir. Akhirnya dia berusaha turun," ungkap Dedy.

AR tampak shock. Dia lemas. Warga berusaha menolongnya dengan memberikan air minum. Setelah itu, mereka mengantar pulang ke rumahnya.aka

 

Berita Kriminal Lainnya