Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Takut ’Masuk Angin’,

Massa Demo Polres Kediri

KEDIRI (Realita)-  Selasa (13/03), Polres Kediri didemo ratusan warga dari berbagai desa yang ada di di kabupaten Kediri.

Massa saat melakukan aksi demo di polres Kediri.

Demo ini terkait pengusutan dugaan jual-beli jabatan dan suap dalam rekrutmen perangkat desa tahun 2018 secara serentak yang saat ini masuk dalam penyelidikan kepolisian polres Kediri.

Massa datang dengan menumpang tiga truk dan empat kendaraan pribadi. Mereka langsung membentangkan berbagai poster yang berisi tuntutan dan dukungan kepada korps bhayangkara itu.

Dalam  orasinya, massa khawatir kepolisian bakal ‘masuk angin’ dalam menangani kasus pengusutan dugaan jual beli jabatan dalam rekrutmen secara serentak perangkat desa beberapa waktu lalu

Mengingat sudah hampir satu bulan dalam ranah penyelidikan, namun belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka .

Menurut massa, dari 52 desa di Kabupaten Kediri yang menyelenggarakan rekrutmen, lima desa melantik peserta bukan dari peringkat pertama. Mereka menilai pengisian perangkat desa tersebut cacat hukum.

“Ini jelas cacat hukum, karena dalam satu payung hukum, terdapat dua produk yang berbeda. Ada yang dilantik dari peringkat satu, tetapi ada yang dilantik peringat rendah. Sehingga jelas unsur korupsinya, dan kami curiga hal ini,” seru Tjetjep Mohammad Yasin, salah satu korlap aksi.

Massa mencurigai telah terjadi praktek jual-beli jabatan dan suap yang dilakukan oleh oknum tertentu . Untuk itu, mereka minta polisi memeriksa panitia penyelenggara seleksi perangkat desa, kepala desa, camat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) serta pejabat ??“pejabat yang terlibat.

Demonstran ini juga terdiri dari sejumlah peserta rekrutmen yang memiliki nilai tinggi tetapi tidak dilantik. Salah satunya adalah Amir Yahya. Dia pemilik peringkat pertama dalam seleksi perangkat Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, untuk jabatan kaur tata usaha . Kepala Desa justru melantik peserta dari peringkat ketiga.

Yahya mengaku kecewa, pasalnya kebanyakan desa di Kabupaten Kediri melantik peserta peringkat pertama. Untuk itu, pihaknya tidak akan tinggal diam. Dia sedang berjuang ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dan melapor ke Mabes Polri.

Sementara itu, aksi unjuk rasa berakhir setelah perwakilan ditemui Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan di ruangannya. Pertemuan berlangsung secara tertutup dan dijaga oleh sejumlah anggota polisi. Namun pihaknya berkomitmen dalam menegakkan hukum.

Massa meyakini, dalam dua minggu hingga satu bulan ke depan, kepolisian telah menerbitkan surat pemberitahuan penyelidikan terhadap kasus ini.aka

 

Berita Politik Lainnya