Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tanpa Identitas,

PT KAI Madiun Tolak 2 Anak Ini Naik KA

MADIUN (Realita)- Petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun terpaksa menolak tiket yang disodorkan oleh dua anak dengan tujuan Krayo, Cilacap Jawa Tengah, Selasa (15/5/2018).

Dua anak ditolak berangkat menggunakan kereta apa, lanatar tidak memiliki identitas yang jelas.

Ini karena mereka tidak dapat menunjukkan identitas diri saat petugas di Stasiun Besar Madiun memeriksanya.

Manager Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto mengatakan, setelah dilakukan pengecekan di komputer online, identitas yang tertera di tiket bukan identitas anak tersebut. Karena itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, PT KAI tidak memperkenankan kedua anak itu masuk ke peron stasiun.

“Nomor KTP yang tercantum di tiket bukan nomor KTP-nya dia. Dan dia sama sekali tidak punya identitas. Hanya selembar kertas dari pondok, dan itu pun tidak ada tanda tangan dan stempel dari kepala sekolah, maupun foto. Ya tetap kita kembalikan, dan kita tolak untuk naik.  Sedangkan yang satunya tadi, hanya ada foto kopi kartu keluarga,” katanya, Selasa (15/5/2018).

Perketatan penjagaan ini dilakukan untuk mencegah serta meminimalisir potensi teror terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian. Hal itu menindaklanjuti instruksi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka), Kementerian Perhubungan tertanggal 14 Mei 2018 tentang kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan keselamatan KA, pasca rentetan insiden aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo.

"Yang jelas sudah dilaksanakan peningkatan pengamanan, meskipun tidak mencolok, dengan menempatkan pengamanan tertutup, membaur dengan penumpang. Termasuk pengamanan di atas KA juga ditingkatkan dengan menempatkan petugas pengamanan yg mobile dan acak," ujarnya.

Antisipasi juga dilakukan setelah PT KAI mendapatkan informasi berantai via WhatsApp (WA) terkait indikasi penemuan tiket KA  jurusan Madiun di rumah terduga teroris yang meledakkan bom di lantai 5 Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Setelah melakukan pelacakan melalui sistem, tidak ditemukan tiket atas nama terduga teroris, berinisial Ant untuk keberangkatan mulai tanggal 13 hingga 17 Mei 2018.

“Kita antisipasi setelah beredarnya informasi itu, kita melakukan pelacakan sendiri, ternyata sampai sekarang belum diketemukan.  Ya mungkin karena tiket itu kan H-90 ya pemesanannya. Kalau melacak satu-satu sampai 90 hari kedepan ya mungkin saja ada hasilnya. Kami berharap tidak ada lah identitas tersebut,” tuturnya.

Supriyanto menjelaskan, sesuai Keputusan Presiden No.63/2004, pengamanan terhadap stasiun kereta api harus dilakukan, karena merupakan obyek vital nasional. Karena itu, kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan keselamatan tetap dilakukan jajaran PT KAI, tidak terkecuali di Daop VII Madiun. paw


 

Berita Kriminal Lainnya