Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tembak Polisi,

Maling Motor Ditembak Mati

JAKARTA (Realita) - Petugas Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati pencuri sepeda motor yang beraksi di di kawasan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (11/1).

m.rifan bersukur motornya bisa kembali.

Tindakan tegas diambil, karena pelaku berinisial SW (31), melawan dengan menembak polisi menggunakan senjata api rakitan. 

"Kita berikan tindakan tegas dan terukur usai pelaku melakukan pencurian sepeda motor disertai kekerasan terhadap korbannya, karyawan swasta," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Ary, Markas Polda Metro Jaya, Jumat (12/1). 

SW merupakan sindikat asal Lampung yang merupakan target operasi polisi. Ia kerap mencuri motor bermodal kunci leter T dan senjata api rakitan.

"Mereka cuma butuh tiga detik saat memetik motor. Tapi, kalau kepergok mereka tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjata api," kata dia.

Penangkapan SW berawal kala petugas Unit V Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengembangkan kasus penembakan yang terjadi di Pondok Ranggon, Bekasi, dan pencurian menggunakan senjata api di kawasan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Saat menyisir kawasan Cibarusa, petugas mendapati SW dan rekan, mengendarai dua motor jenis Yamaha Vixion dan Honda Beat.

"Ternyata motor Vixion yang dikendarai SW hasil curian mereka pada pagi hari," ungkap Ade.

Polisi lalu mengejar SW dan rekan. Perlawanan diberikan saat motor tersangka dipepet petugas. 

SW yang memegang senjata, seketika mengarahkan moncong benda itu ke arah petugas. Untungnya tembakan pelaku meleset. 

Polisi tak tinggal diam. Aksi SW dibalas dengan tembakan ke arah punggung pelaku. Akibatnya SW dan kendaraan tersungkur.

"Pelaku tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit," jelas Ade. 

Adapun saat beraksi kelompok SW mencari sasaran dengan menyisir secara acak. Kebanyakan kendaraan yang diincar adalah motor tanpa pengawasan pemilik, dan tidak diberi kunci tambahan. Salah satunya ialah Muhammad Rifan (20), pemilik motor Vixion yang dilarikan pelaku. Menurut Rifan, motornya raib usai dikeluarkan dari rumah untuk dikendarai menuju tempat kerja. 

"Saya tinggal masuk mandi. Pas keluar sudah hilang motor saya. Kurang lebih saya tinggal satu jam motor di luar," ujarnya.

Rifan bersyukur kendaraannya bisa kembali. Atas itu ia mengucap rasa terima kasih kepada petugas yang berjasa. 

"Terima kasih pak, mudah-mudahan tidak ada lagi korban seperti saya," tandasnya.riz

 

Berita Kriminal Lainnya