Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Terdakwa Sabu Merengek

Minta Divonis 4 Tahun

SURABAYA (Realita) - Mohammad Satria Bayu Aji, terdakwa penyalahgunaan narkotika, merengek minta divinis 4 tahun penjara dihadapan majelis hakim0 usai diberikesempatan mengajukan pembelaan.

terdakwa Mohammad Satria Bayu Aji saat sidang di PN Surabaya.

Sidang yang digelar ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/2/2018), mengagendakan pembelaan dari terdakwa atast untutan 7 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ni Made Sri Astri Utami dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Dalam pembelaanya, terdakwa warga Jl Dukuh Kupang, mengaku menyesali perbutannya. "Saya menyesal pak hakim, mohon vomisnya 4 tahun saja," ucap terdakwa dalam pembelaan secara lisan tersebut.

Mendengar permohonan terdakwa, hakim langsung memuji dan menanyakan dasar dirinya mengajukan vonis 4 tahun penjara tersebut. "Kok kamu pintar, siapa yang mengajari diantara tiga jaksa ini," tanya hakim Yunisar kepada terdakwa yang ditanggapi tidak ada oleh jaksa Ni Made Sri Astri Utami.

Atas permohonan terdakwa, majelis hakim memvonis terdakwa selama 5 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 2 bulan kurungan. "Menimbang dan hasil musyawarah, majelis hakim menjatuhkan pidana 5 tahun penjara serta denda Rp 800 juta. Bila terdakwa tidak membayar, maka diwajibkan mengganti dengan kurungan 2 bulan penjara," terang hakim Yulisar membacakan amar putusan.

Perlu diketahui, terdakwa ditangkap anggota Satreskoba Polreatabes Surabaya, Senin (18/9/2017) di rumahnya saat hendak melakukan pesta sabu bersama Joseph Vincentiusa Imanuel Pasaribu dan Agustinus Pasaribu  (berkas terpisah). Dari tangan terdakwa diamankan barang bukti sabu severat 0,38 gram dan seperangmat alat hisap.

Dalam pemeriksaan , terdakwa mengaku membeli sabu tersebut secara patungan bersama dua rekannya (Josep dan Agustinus) dari pengedar yang diakui tidak tahu identitasnya di Jl Kunti Surabaya.ys

 

Berita Hukum Lainnya