Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Terjaring Razia,

2 Pemuda Ini Gemeteran

SURABAYA (Realita) - Made Setiawan (21) dan Abdul Wony (20) gagal menggelar pesta narkoba.

Made Setiawan dan Abdul Wony yang gagal pesta narkoba.

Sebab, mereka telah terjaring razia. Polisi pun akhirnya dengan mudah mengetahui sabu-sabu yang disembunyikan lantaran Made dan Abdul gemetaran saat dirazia. Keduanya pun akhirnya ditangkap. Perjalanan Made dan Abdul menuju bui bermula saat mereka merencanakan pesta sabu-sabu pada Selasa (13/12/2016). Keduanya mengaku membeli sabu-sabu dari seorang pengedar di daerah Sidotopo Surabaya. Dengan uang patungan, mereka membeli sabu-sabu paket hemat. Setelah sabu-sabu diperoleh, keduanya meluncur ke rumah Made di kawasan Kapas Madya. Saat di sepanjang perjalanan, keduanya sudah membayangkan nge-fly dengan mengisap serbuk haram tersebut. "Ngumpulin uang dua bulan buat pesta narkoba," ujar Made. Apes, ada razia di jalan menuju rumah Made. Keduanya lalu terjebak, tidak bisa putar balik. Polisi lantas menanyakan surat-surat kelengkapan berkendara. Tetapi, Made dan Abdul benar-benar tidak bisa berakting. Setidaknya, mereka seharusnya rileks saja sambil mengeluarkan SIM dan STNK. Keduanya malah terlihat gemetaran. Wajahnya bercucuran keringat. "Gelagat mereka aneh," kata Kapolsek Tambaksari AKP David Triyo Prasojo, Sabtu (17/12/2016). Menyadari ada yang tidak beres, polisi meminta mereka turun dari sepeda motor. Made dan Abdul lantas digeledah. Hasilnya, ditemukan 0,8 gram sabu-sabu dalam bungkus plastik di saku celana Made. Keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Tambaksari. Di hadapan polisi, keduanya mengakui baru membeli sabu-sabu untuk berpesta narkoba. Dan akhirnya, Made dan Abdul pun pasrah saat dimasukkan ke tahanan. Sebab, mereka sadar telah melakukan perbuatan yang salah.zain

 

Berita Kriminal Lainnya