Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tidak Ada Alasan Kejagung

untuk Batalkan Eksekusi Indosat

JAKARTA (Realita) - Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sudah hampir 3 tahun tidak melaksanakan eksekusi asset Indosat dinilai tidak ada lagi alasan untuk tidak melaksanakannya.

HM Prasetyo.



"Seharusnya tidak ada lagi alasan bagi Kejagung agar segera mengeksekusi asset Indosat," ungkap Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jakarta Pusat, Rudianto Manurung di Jakarta, Rabu (17/05/2017).

Seperti diketahui Kejagung harus ambil paksa uang pengganti senilai Rp 1,3 triliun dari perkara korupsi pemanfaatan spektrum 2,1 Ghz untuk jaringan 3G oleh PT Indosat ke anak perusahaannya PT Indosat Mega Media (IM2) Tbk.

Perkara tersebut telah Inkracht berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) No 787K/PID.SUS/2014, tanggal 10 Juli 2014. Yang memutuskan Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto dijatuhi hukuman pidana selama 8 tahun penjara disertai dengan denda sebesar Rp 300 juta, dan kewajiban uang pengganti sebesar Rp 1,358 triliun yang dibebankan kepada manajemen IM2.

Sebelumnya, Indar juga telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) namun ditolak oleh MA. "Apalagi putusan tersebut sudah Inkracht" lanjut Rudi.

Kini Jaksa Agung HM Prasetyo diharapkan bisa lebih bijak menangani eksekusi asset Indosat agar dapat mengembalikan kerugian negara dari tindak pidana pemanfaatan spektrum 2,1 Ghz untuk jaringan 3G. hrd

 

Berita Hukum Lainnya