Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Realita

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 

Penanggungjawab: Ir. Raden Agus Suprihanto, MSi

Pimpinan Redaksi: Antonius A

Redaktur : Arif Ardliyanto

Reporter: Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Novi Ispinari, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Lina Dwi Susanti, Hari Kristanto,  Ika Roosmala, Mulyadi, Adi, Gomes Roberto, Mulyadi, Totok Setiawan, Hendri Arifianto, Juni Harianto, Paulus Nabang, Suprianto, M.Arifin. M.Amin. Muhamad.S, Hamboro.

Teknologi Informasi dan Medsos: Igiet Prayoga, Sherly Ema |Administrasi: Rika Nur |Keuangan: Zunaedah

Alamat: Jl.Kesatrian Perum The Taman Dhika Cluster Bromo Blok A9, Desa, Sono, Sidokerto, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 61252

Telpon: 031 8052190 IHotline: 081331948406 IFollow us: www.realita.co, instagram @redaksirealita, facebook @realita, twitter @co_realita, youtube @redaksirealita.

Email: redaksi@realita.co

Boks Redaksi
TOP
Tidur sehabis Sahur,

Bisa Picu Stroke, Diabetes hingga Asam Lambung

JAKARTA (Realita)- Bagi umat muslim yang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan pasti sudah terbiasa melakukan santap sahur dini hari, sekitar pukul 3 atau 4 pagi.

Tidur sehabis sahur.

Biasanya mereka tidur setelah sahur, karena rasa kantuk disebabkan tubuh sibuk mencerna makanan.

Setelah selesai makan, otak mengirimkan sinyal ke organ untuk segera mencerna dan mengarahkan semua darah menjauh dari organ. Sel-sel darah merah membantu mencerna makanan yang membantu mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan otak kekurangan darah dan menyebabkan ngantuk.

Namun, tidur setelah sahur ternyata berbahaya bagi kesehatan. Apa saja bahayanya? Ini penjelasannya:

1. Heartburn

Tidur setelah sahur begitu terasa nyaman, tetapi hal ini menyebabkan heartburn yang dapat menyebabkan masalah tidur. Heartburn terjadi karena produksi asam lambung berlebihan yang menyebar dari lambung naik ke tenggorokan atau dada.

Asam lambung yang menuju ke organ bagian atas menyebabkan sendawa dan terasa asam di mulut. Sakit maag juga terkait dengan bersendawa sehingga membuat anda bisa tidur lebih nyenyak.


2. Asam lambung

Asam lambung terjadi karena letak katup antara kerongkongan dan lambung yang tidak menutup. Asam lambung bergerak menuju tenggorokan dan membuat tubuh merasakan sensasi terbakar.

Jika kondisi ini tidak segera diobati, kemungkinan akan menyebabkan kerusakan pada selaput lendir tenggorokan yang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.


3. GERD

Ketika pencernaan yang tidak tepat, muncul penyakit seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), ketika makana yang dicerna dalam perut naik ke kerongkongan, yang memungkinkan asam lambung muncul dan menciptakan sensasi terbakar yang mungkin terjadi di tenggorokan.

Efek tidur setelah sahur menyebabkan masalah pencernaan karena anda tidak dalam posisi tegak, merupakan cara yang lebih disukai bagi tubuh untuk mencerna makanan. Jika terus melakukan kebiasaan tidur setelah sahur, itu mungkin dapat menyebabkan sejumlah penyakit pencernaan


4. Stroke

Sebuah penelitian di Yunani yang menyimpulkan bahwa tidur setelah sahur menyebabkan peningkatan risiko stroke. Sebuah penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Ioannina yang mencakup sekitar 500 peserta yang 250 di antaranya mengalami stroke sebelumnya, sementara 250 orang lainnya didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut sebagai sindrom Koroner Akut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur setelah empat hingga lima jam makan memiliki risiko lebih rendah terkena stroke. Teori-teori yang terkait dengan temuan ini termasuk bahwa asam lambung berhubungan dengan sleep apnea yang mungkin menyebabkan stroke.

Sementara menurut penelitian lain, ketika tubuh bekerja keras mencerna makanan dan jika anda tidur setelah makan, ada kemungkinan peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol yang mengarah pada peningkatan risiko terkena stroke.


5. Gangguan tidur

Bahaya tidur setelah sahur menyebabkan sakit perut dan kembung yang menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan perut terasa penuh. Jika mengonsumsi makanan pedas, padat, dan berlemak menyebabkan masalah pencernaan, termasuk heartburn, yang mengakibatkan gangguan tidur.

Sementara makanan yang membuat anda rilek adalah makanan yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti roti gandum, daging tanpa lemak, yoghurt rendah lemak, dan buah-buahan.


6. Diabetes

Bahaya tidur setelah sahur dapat menyebabkan gula darah naik di pagi hari, tetapi tidak makan apa pun sebelum tidur juga dapat menyebabkan hipoglikemia (kadar gula dara rendah).

Pilihan yang lebih tepat untuk mencegah gula darah naik adalah mengonsumsi makanan kaya protein (telur, susu, daging, ikan) dan sumber karbohidrat kaya serat (gandum, beras merah, nasi jagung, kentang, dan singkong).


7. Risiko berat badan naik

Banyak ahli kesehatan mengatakan bahwa makan apa pun di malam hari adalah kontraproduktif dengan tidur nyenyak dan kesehatan yang baik secara umum, karena membuat tubuh tidak memiliki kemampuan membakar kalori. Hal ini mungkin juga berlaku ketika anda tidur setelah sahur.

Jadi, hindarilah efek tidur setelah sahur degan membatasi konsumsi karbohidrat, seperti nasi, yang dapat dengan cepat menyebabkan penumpukan lemak dan penambahan berat badan. Bahkan 8 ons karbohidrat dari pasta mengandung sekitar 300 kalori dan terdiri dari hampir 80 persen karbohidrat.

 

Berita Iptek dan Digital Lainnya