Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tiga Phyton

Gegerkan Warga Tegalagung

TUBAN (Realita) - Warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding geger.

Salah satu ular yang ditemukan dalam kondisi bertelur.

Tiga ekor ular phyton jenis Sowo Kembang (Malayophyton reticulatus) ditemukan berkeliaran di desa tersebut. Salah satunya bahkan sedang mengerami telor-telornya. " Ada 20 telor yang dierami. Untungnya bisa kami amankan," tutur Tamaji, Kaur Trantib desa setempat, Jum'at (4/9/2015). Cerita Tamaji, ular-ular itu sudah lama diketahui keberadaannya. Tak sedikit warga yang sering melihatnya. Namun karena tidak ada yang berani menangkap, ular-ular itu pun dibiarkan. Terlebih belum ada laporan warga yang kehilangan ternaknya akibat diterkam ular-ular tersebut. Tapi bagaimanapun, kata Tamaji, warga tetap merasa was-was. Apalagi ukuran tiga ular sanca Sowo Kembang itu tergolong besar. Seekor mencapai panjang 5,6 meter dengan berat 50-an Kg, sedang dua ekor lagi sekitar 3,7 meteran seberat 30-35 kg. " Warga khawatir ular-ular itu mengancam anak-anak. Karena itu saya meminta Pak Ali Mansur, Takmir Masjid Desa, untuk menangkapnya," kata Tamaji. Ali Mansur pun segera melakukan perburuan. Tiga ular itu berhasil ditangkap di tempat berbeda. Seekor ditangkap di lapangan sepak bola, seekor lagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, seekor lagi ditangkap di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo. " Saya kandangkan di halaman Masjid, biar aman. Biar masyarakat juga bisa melihatnya," kata Ali Mansur. Masjid desa itu pun jadi ramai tiap hari. Warga yang datang tidak hanya melihat ular, tapi tak sedikit yang turut shalat berjamaah di masjid itu. Desa Tegalagung selama ini memang dikenal sebagai pusat minuman toak. " Ya alhamdulillah, kita dapat hikmahnya. Sejak ular-ular ini ada di sini, jama'ah shalat meningkat pesat," kata Ali Mansur. Ali Mansur dan Tamaji mengaku belum punya rencana apapun terhadap ular-ular itu. Untuk sementara, kata mereka, ular-ular tersebut diamankan dulu agar tidak meresahkan warga. Keduanya bilang tak akan menjual reptil-reptil tersebut. bek

 

Berita Sains Lainnya