Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Tinggalkan Ahok,

PDIP Siap Jajaki Yusril

JAKARTA (Realita) - Karena tak lagi sepaham, PDI P pun mulai pengganti Ahok di Pilkada DKI 2016.

Hubungan PDI P dan Ahok tak lagi sejalan

Dalam hal ini PDI P sudah siap menjajaki tokoh yang akan maju, seperti Yusril dan Azwar Anas sebagai pesaing Ahok. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilgub DKI Jakarta 2017 makin dekat waktunya. Partai politik mulai pasang kuda-kuda dan makin menunjukkan arah manuvernya siapa yang akan digaet untuk dicalonkan nantinya. Tak terkecuali PDI Perjuangan, partai besutan Megawati Soekarnoputri. PDI Perjuangan telah resmi membuka pendaftaran penjaringan calon gubernur DKI Jakarta. Di awal pembukaan, partai berlambang kepala banteng itu mengundang bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi pemateri untuk tim pemenangan kampanye PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilkada serentak 2017. "Pelatihan manajer kampanye ini upaya PDI Perjuangan untuk persiapan Pilkada serentak 2017. Di hari ketiga kami hadirkan tokoh-tokoh yang bisa memberikan pelatihan bagi kader," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (7/4). Selain itu, PDI Perjuangan juga mengundang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mengisi acara tersebut. Baik Yusril ataupun Anas, namanya tidak asing lagi di kancah perpolitikan nasional. Lantaran tak dapat restu PKB, Anas maju dan berhasil melenggang menjadi Bupati Banyuwangi berkat diusung PDI Perjuangan. Selama ini gebrakan dan kinerjanya terbilang moncer, apalagi dirinya terpilih sebagai bupati dua periode. "Ya banyak persepsi politik bisa muncul dari persepsi tapi kalau masalah Jakarta kami butuh dialog-dialog dengan para tokoh-tokoh tidak hanya dengan masyarakat karena Jakarta sebagai representatif Indonesia sehingga PDIP butuh dialog-dialog seperti ini," jelas Hasto. Saat disinggung PDIP akan mengusung Yusril ataupun Anas untuk melawan calon incumbent Ahok pada Pilgub DKI, Hasto menegaskan, saat ini PDIP sedang memantau tokoh atau kader yang potensial untuk diusung di Pilgub DKI. Namun semua keputusan tersebut diserahkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Ya ini semua proses, pilkada rakyat yang menentukan tapi membangun dialog ini punya kesamaan bagaimana parpol untuk mengorganisir rakyat di situ bisa bertemu. Ya proses dengan berjalan politik itu dinamis segala kemungkinan bisa orang bilang PDIP tak bisa bertemu Yusril tapi buktinya ini saja makan siang bareng," terangnya. Secara tersirat, PDIP memberikan sinyal kuat untuk meninggalkan pencalonan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017. Setelah Ahok lebih memilih maju dan mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur DKI melalui jalur independen. "PDIP hanya mencalonkan mereka yang bersama PDIP menempuh jalan kepartaian untuk rakyat," tegas Hasto. Dia berani memastikan bahwa bakal calon yang diusung PDIP dapat mengatasi persoalan DKI Jakarta. Hasto menyebut bila PDIP akan membuat kejutan di Pilgub DKI Jakarta 2017. Secara terpisah, anggota Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari mengaku kecewa terhadap Ahok yang menganggap partainya tak memiliki investasi terhadapnya. Padahal jika berkaca pada Pilgub DKI Jakarta 2012, kata Eva, PDIP pasang badan dan pendukung utama pasangan Jokowi-Ahok. "Aku kecewa seolah kita enggak ada investasi ke dia (Ahok). Aku jubir dia saat Pilkada, aku pasang badan di PDIP, serangan Rhoma Irama, Amien Rais, sisi sektarian berikutnya, komandan di Kalideres, semua saksi dari PDIP," tutur Eva. Dsr

 

Berita Politik Lainnya