Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam, Arif Ardliyanto |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Iskandar, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Manajer Marketing: Yudi Gunawan. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Usai Buang Bayi,

Ibu Muda Ketahuan Petugas Sampah

SURABAYA (Realita) - Maria Leda Tondu, terdakwa pembunuhan bayinya sendiri menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (8/1/2019).

Terdakwa Maria Leda Tondu saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sidang yang dipimpin hakim Dede Suryaman, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu Efendi Banu mendakwa dengan pasal perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Dalam berkas dakwaan dijelaskan bahwa, Maria Leda telah dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya tidak lama sesudah dilahirkan di dalam kamar mandi di rumah Jl. Kejawen Putih Mutiara VIII Blok C-2 No. 212 Surabaya, tempat dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Pembunuhan itu ia lakukan karena takut akan ketahuan melahirkan anak dari hubungan badan dengan kekasihnya saat masih berada dikampungnya di Kab. Sumba Barat, NTT yang menyebabkan dia hamil.

Kasus ini berawal saat terdakwa Maria Leda dalam keadaan hamil meninggalkan kampungnya menuju Surabaya untuk mencari pekerjaan. Saat berada di Surabaya, terdakwa diterima bekerja di rumah saksi Joe A Moy sebagai pembantu rumah tangga.

Pada hari Selasa, tanggal 16 Oktober 2018, sekitar pukul 02:00 WIB, terdakwa merasakan kontraksi pada perutnya karena ternyata sudah waktunya untuk melahirkan.

Karena berniat untuk merahasiakan kelahiran anaknya dari majikan dan teman-temannya, lalu terdakwa menyiapkan 1 buah tas plastik ukuran besar warna hitam dengan maksud apabila anak itu nantinya lahir maka akan dibunuh dengan seketika dan disebunyikan dalam tas plastik itu untuk dibuang. 

Selanjutnya pada pukul 03.00 WIB, anak dalam rahim terdakwa pun terlahir kedunia. Kemudian terdakwa menuju ke kamar mandi belakang dan menanggalkan semua pakaiannya dan beberapa saat kemudian, terdakwa melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. 

Ketika jabang bayi tersebut keluar, terdakwa langsung menariknya keluar sehingga tali plasenta putus yang menyebabkan bayinya menangis, kemudian dengan menggunakan tangganya, terdakwa langsung menutup hidung dan mulut bayinya selama kurang lebih 10 menit sehingga bayi tersebut kehabisan napas dan meninggal dunia.

Setelah itu, terdakwa membersihkan tubuh bayi tersebut dengan memandikannya lalu membungkusnya dengan baju kaos warna hitam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Dan setelah terbungkus, terdakwa mamasukan bayi dan plasentanya kedalam tas plastik yang sudah dipersiapkannya lalu dibuang ke tumpukan sampah.

Naas bagi Maria Leda, ternyata sang jabang bayi yang sudah meninggal tersebut ditemukan oleh Cipto Efendi petugas pengangkut sampah di komplek perumahan tersebut.ys

 

Berita Hukum Lainnya