Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Follow The Sun

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Aries Nasrudin, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
VIDEO: Begini Dahsyatnya Banjir Pacitan,

Tewaskan 14 Orang


PACITAN (Realita)- Sebanyak sembilan orang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan.

Air deras dan tinggi di Pacitan. Warga pun hanya bisa pasrah.

Selain itu, dua orang juga dikabarkan meninggal akibat hanyut terbawa banjir.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo saat dihubungi, Selasa (28/11/2017) siang. "Yang tertimpa longsor ada tujuh ditambah dua, jadi sembilan. Sudah meninggal dunia akibat tanah longsor, bukan karena banjir," kata Yudi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia menuturkan, peristiwa longsor yang menewaskan sembilan orang itu terjadi, Selasa (28/11/2017) sekitar pukul 02.00 dini hari. Di sore hari, korban banjir dan tanah longsor di Pacitan bertambah. Tiga korban lagi hilang tertimbun tanah longsor di Desa Klesem, Kebonagung.

"Ditemukan lagi rumah yang tertimpa longsor," ujar Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya, Selasa (28/11/2017) petang. Ada empat orang di dalam rumah. Satu berhasil diselamatkan namun tiga yang lain masih hilang. Korban selamat atas nama Soimin (60). Sementara tiga korban hilang adalah Temu (57), Situ (22), dan Fitri (3). Jadi total, ada 14 orang  sementara dinyatakan tewas.

Sebelumnya, sebuah rumah yang lain juga tertimbun tanah longsor. Juga ada empat orang yang tertimbun. Satu selamat dan tiga lainnya masih hilang tertimbun tanah. Korban selamat adalah Bilal (50). Sementara korban hilang adalah Parno (73), Kasih (70), dan Rozak (17).Sementara dua korban yang lain yang juga masih hilang adalah korban karena hanyut terbawa banjir. Mereka adalah Eko (41), warga Blitar dan Amri Suwartono (24), warga Pacitan. Satu korban banjir yang ditemukan meninggal adalah Hartini (50), warga Pacitan.

"Upaya pencarian terhadap korban tanah longsor terkendala medan. Kendala itu adalah jalan raya atau akses jalan yang tertimbun lumpur," kata Suhandana. Karena tertimbun lumpur itulah maka akses jalan tak bisa dilewati. Personel juga belum bisa ke lokasi karena tanah longsor yang tertimbun tanah. Padahal personel bantuan sudah disiapkan. Polisi menerjunkan 450 personel, kodim 40 personel, kesehatan 15 personel, relawan 50 personel, dan BPBD 30 personel.

Kendala lain adalah komunikasi. Di Desa Klesem tak ada sinyal ponsel. Hal itu tentu saja menyusahkan para personel yang ingin membuat pelaporan. "Korban hilang karena tanah longsor belum bisa dilakukan pencarian. Akses jalannya tertimbun longsor. Lagipula hari ini hujan masih turun dengan lebat," tandas Suhandana. tid

 

Berita Nasional Lainnya