Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Wantimpres ke Yerusalem,

Fadli Zon: Mencoreng Moral Bangsa Indonesia

JAKARTA (Realita) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) H Yahya Staquf atau Gus Yahya medatangi Yerusalem, Israel.

Gus Yahya.

Kehadiran Gus Yahya di Yerusalem Israel itu, sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang digelar di Yerusalem sejak tanggal 10-13 Juni 2018.

Bahkan kehadiran perwakilan anggota Dewan Pertimbangan (Wantimpres ) tersebut pun, menuai kritik pedas yang datang dari berbagai kalangan masyarakat yang terdapat di tanah air saat ini.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pun turut mengomentari atas kehadiran Gus Yahya tersebut. Menurutnya, pemerintah yang memberikan izin terhadap Gus Yahya sebagai perwakilan dari Indonesia untuk Israel tersebut, telah melalukai hati rakyat Indonesia dan juga mencoreng dukungan moral rakyat Indonesia terhadap kemerdekaan rakyat Palestina tindakan kejih yang dilakukan Israel.

“Kunjungan Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain mencederai reputasi politik luar negeri Indonesia di mata internasional, juga melukai rakyat Palestina. Selain itu, bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Dalam konstitusi kita tertulis tegas penentangan segala bentuk penjajahan," kata Fadli Zon, saat konfirmasi di Jakarta, Rabu (13/6).

Sebab, di mata rakyat Indonesia, kata Fadli, Israel telah banyak melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina. Dimana, salah satu kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina tersebut dengan terbunuhnya 1.500 orang warga sipil Palestina. Sementara, lebih dari 11.000 orang sipil juga terluka dan 100.000 orang terlantar yang terjadi di jalur Gaza.

"Ha ini, sesuai dengan laporan tahun 2017 yang menunjukan bahwa, situasi tak berubah. Akibat agresivitas Israel, terdapat 2,8 juta warga Palestina yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan kemanusiaan,"kata Fadli.

Tak hanya itu saja, hingga detik ini, jelas Fadli, ada beberapa kejahatan dan pembunuhan kecil-kecilan yang diterus terjadi yang dilakuan oleh Israel, terhadap Palestina pun tak kunjung berhenti.

Dengan tegas, politisi partai Gerindra tersebut menegatakan, rakyat Indonesia juga tak mengakui dengan adanya negara Israel.

“Inilah yang mendasari sikap konstitusi kita. Di mana secara de facto dan de jure Indonesia tidak mengakui keberadaan Israel. Sehingga, kunjungan anggota Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain bertentangan dengan konstitusi, rentan ditafsirkan sebagai simbol pengakuan pejabat negara Indonesia secara de facto atas keberadaan Israel. Ini sangat berbahaya dan memprihatinkan," tutupnya.goms

 

Berita Politik Lainnya