Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
Warga Keturunan Tionghoa

Sarankan Handoko Minta Maaf

JAKARTA (Realita) - Yap Hong Gie, salah satu warga keturunan Etnis Tionghoa  menyarankan Handoko selaku penggugat Surat Instruksi Wakil Gubernur DIY Nomor 898/I/A/1975 tentang Larangan Kepemilikan Hak atas Tanah bagi Warga Non-pribumi di DIY tak mengajukan banding.

Tepatnya setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta menolak gugatan Handoko beberapa waktu lalu. 

"Mendingan dia tarik dan dia minta maaflah bukan begitu caranya," kata Hong, saat dikonfirmasi. 

Tak hanya demikian, Hong  pun memprediksi Handoko bakal kembali menelan pil pahit alias kalah bila tetap bersikukuh mengajukan banding. 

"Nggak bakalan menang dia.

Ilustrasi sengketa.

Karena dasar hukumnya itu tanah kesultanan, kedua ini masalah soal keadilan sosial. Yang pertama aja ditolak kan," tandasnya.

Handoko, warga Yogya keturunan Tionghoa dan juga pengacara, pada 7 September 2017 menggugat keputusan itu. Lima bulan bersidang di PN Yogyakarta, Handoko kalah dalam Sidang Putusan pada 20 Februari 2018 lalu. Tapi dia kemudian banding. 

Gugatan Handoko bukan yang pertama. Budi Setyagraha, pengusaha Tionghoa Muslim, juga pernah menggugat kebijakan Surat Instruksi Wakil Gubernur DIY Nomor 898/I/A/1975 tentang Larangan Kepemilikan Hak atas Tanah bagi Warga Non-pribumi di DIY pada tahun 2001. Budi sempat menang di Pengadilan Negeri, tetapi kemudian kalah di Mahkamah Agung.yl

 

Berita Nasional Lainnya