Jump directly to the content

Realita.co adalah news online yang menyuguhkan berita-berita yang aktual dan terpercaya. Berita yang berasal meliputi peristiwa lokal, regional, nasional hingga internasional. Semuanya disajikan cepat, akurat, menarik dan mendalam.

Realita

Your Sun

Boks Redaksi

Khusus untuk berita indepth news maupun investigasi, kami menyajikannya secara integral, proporsional, cover both side, independen dan obyektif. Di bawah bendera PT. Realita Aktual Terpercaya, kami berusaha memenuhi tuntutan informasi masyarakat modern yang serba cepat dan instan. Di era digital seperti saat ini, kami yakin bahwa kehadiran kami akan bisa mewarnai khasanah dunia media yang sangat kompetitif.

Kami sadar bahwa kami adalah pendatang baru dalam dunia media (online), karena kami baru berdiri di medio tahun 2014. Untuk itu, kami menerima masukan dan kritik dari pembaca maupun narasumber. Baik berupa komentar di website kami, di media sosial dan email hingga hak jawab. Berikut ini  anggota redaksi kami yang siap memberikan yang terbaik bagi pembaca dan nara sumber: 


Penanggungjawab: Hadi Sucipto. |Pimpinan Redaksi: Antonius Suhendri. |Redaktur : Buyung Budiono, Agum Gumerlam |Editor: Adi Wicaksono. |

Reporter: Ahmad Zainy W, Budi Prasetyo, Yudik Syahputra, Adi Wardhono, Novi Ispinari, Achmad Ali, Heri Darmawan, Beby Siahaya, M Adi S, Kurniawan, Andik Kartika, Mohammad Habibudin, Hari Kristanto, Rionaldi, Rossy, Indra Habib Purwanto, Muhamad Amin, Arifin, Ika Roosmala, Endri Soedarto, Gomes Roberto, Willy, Mochammad Rizky, Herry Irawan, SH.

Teknologi Informasi: Badrul Djazuli. |Design Layout: Tony Basuki, Ibnu Mas’ud | Marketing: Totok Handoko. |Bendahara : Wiwik Winanti Ningsih.

Boks Redaksi
TOP
YLKI Tuntut Lion Air Beri Korban Kompensasi Rp 1,

25 Miliar

JAKARTA (Realita)- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pihak Lion Air membayarkan jaminan kompensasi sebesar Rp 1,25 miliar per orang kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat terbang Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi atas sejumlah pertimbangan.

Serpihan Lion Air di laut

Salah satunya adalah hak keperdataan penumpang sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi.

Sehingga sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011, penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat (meninggal dunia) berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1.250.000.000/pax.

"Bahkan managemen Lion Air harus bisa memastikan keluarga atau ahli waris yang tinggalkan masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan atau beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah," jelas Tulus, sesaat lalu.

Jatuhnya pesawat Lion Air 610 lanjutnya, merupakan preseden buruk bagi citra penerbangan di Indonesia.

Padahal penerbangan Indonesia sudah mulai mendapatkan apresiasi positif di dunia internasional, baik dari Uni Eropa, FAA (Amerika) dan mendapatkan audit sangat tinggi dari ICAO.

YLKI meminta Kemenhub untuk memastikan bahwa penerbangan lainnya, baik Lion Air dan atau maskapai lain, tidak ada masalah terkait teknis dan keamanan penerbangan.

Selain itu, peningkatan pengawasan kepada semua maskapai, baik terkait pengawasan teknis dan atau performa managerial.

Terutama meningkatkan pengawasan ke managemen Lion Air.

"Pengawasan yang intentif dan mendalam sangat urgen dilakukan pada Lion Air, yang selama ini dianggap sering mengecewakan konsumennya," jelasnya.

Tidak hanya terbatas kepada Lion Air, YLKI juga mendesak pihak Boeing untuk memberikan penjelasan komprehensif atas kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Lion Air JT 610 menggunakan pesawat seri terbaru, yakni Boeing 737 Max yang baru dirilis pada Agustus 2018 dan baru memiliki 900 jam terbang.

"Adakah cacat produk dari jenis pesawat tersebut," tutup dia.‎ beby

 

Berita Nasional Lainnya